PEKANBARU, GORIAU.COM - Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru perlu dipertanyakan. Sebab, hampir selama satu bulan melakukan penertiban, namun gelandangan dan pengemis (Gepeng) masih saja berkeliaran.

Padahal, Azharisman Rozie selaku Plt Kepala Badan Satpol PP Pekanbaru telah menjalankan sebuah misi yang dinamakan dengan operasi 'Muak'. Dimana, anggota Satpol PP dibagi dalam lima regu, setiap regu melakukan patroli di titik-titik yang telah ditentukan.

"Setiap hari, anggota Satpol PP jalan, walaupun tak ada yang ditangkap, tapi para Gepeng akan terganggu," ujar Rozie beberapa waktu lalu kepada www.goriau.com di Pekanbaru.

Dijelaskan Rozie, operasi 'Muak' jauh lebih bagus bila dibandingkan dengan razia-razia sebelumnya. Sebab, sasaran utama razia ini untuk memberikan efek jera kepada para Gepeng dan mucikarinya. "Gepeng di Pekanbaru ini ada koordinatornya," katanya.

"Kalau setiap hari pekerjaan Gepeng terusik, tentu mereka tak dapat uang dan dia tak mampu memberi setoran ke koordinatornya," ulas Rozie. Dengan demikian, kata Rozie, para Gepeng akan pergi sendirinya dari Kota Pekanbaru.

"Saya memang intruksikan kepada seluruh anggota untuk turun setiap hari. Walaupun mereka juga 'muak', tapi dapat uang. Kalau Gepeng yang 'muak' tak dapat uang," kata Rozi. Ia menjelaskan, setiap anggota yang ikut razia mendapat uang minyak sebesar Rp50 ribu.

Walau operasi 'Muak' digelar setiap hari, namun Gepeng dan anak jalanan masih saja bertebaran di Ibukota Provinsi Riau. Dari pantauan GoRiau.com dibeberapa titik, Gepeng dan anak jalanan semakin ramai saja.

Tidak hanya di lampu merah atau perempatan jalan, para Gepeng dan anak jalanan kini mulai merembes ke rumah makan dan tempat keramaian lainnya.(san)