
PEKANBARU - Seorang guru matematika disalahsatu sekolah pesantren di Kulim, Kota Pekanbaru-Riau, tega menonjok wajah anak didiknya, lantaran emosi karena sang murid selaku ketua keamanan kelas, tidak bisa menjaga kenyamanan saat proses belajar mengajar.
Tidak hanya melakukan pemukulan, oknum guru ini juga mendorong si murid hingga ke papan tulis. Usai itu, guru matematika tersebut kemudian menggiring murid yang masih berusia 12 tahun ini ke luar ruang kelas sambil marah-marah.
Menurut informasi yang dirangkum GoRiau.com di Mapolresta Pekanbaru, Rabu (24/2/2016) pagi, aksi tak terpuji oknum guru ini dipicu rasa kesal, dimana sang murid selaku ketua keamanan, tidak bisa memberikan kenyamanan saat proses belajar mengajar.
"Sudah dilaporkan ke Mapolresta atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Masih proses. Kita masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan beberapa orang saksi," jawab Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono.
Menurut keterangan yang diperoleh, oknum guru pengajar mata pelajaran matematika di sekolah pesantren tersebut diketahui berinisial Sy. Sedangkan korbannya, adalah murid yang masih berumur 12 tahun berinisial MR. ***