PEKANBARU - Era baru kebangkitan olahraga squash di Bumi Lancang Kuning resmi dikibarkan. Tantangan besar langsung menanti jajaran Pengurus Provinsi Squash Indonesia Riau periode 2026-2030 yang baru saja mendapat pengesahan di Gedung Maharatu, Sabtu (6/6/2026).

Cabang olahraga ini memang sempat kehilangan daya tariknya dalam beberapa tahun terakhir. Nihilnya torehan prestasi maksimal di kancah nasional menjadi pekerjaan rumah paling mendesak bagi kepengurusan yang baru terbentuk.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Persatuan Squash Indonesia Provinsi Riau, Nurlia menyadari betul besarnya ekspektasi publik. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendongkrak kembali performa para atlet daerah di masa mendatang.

"Amanah ini berat, tapi saya yakin tidak akan berjalan sendiri. Sinergi bersama Pemprov, KONI, pelatih, orang tua, para sponsor dan seluruh jajaran pengurus, sama-sama kita harapkan," ujar Ketua Persatuan Squash Indonesia Provinsi Riau, Nurlia.

Fokus Tata Kelola Organisasi

Nurlia meyakini kekompakan internal pengurus menjadi pondasi utama dalam merajut asa meraih prestasi emas. Dukungan penuh dari berbagai pihak dinilai mutlak diperlukan agar squash bisa kembali menjadi cabang olahraga andalan yang disegani.

Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan dalam pelantikan tersebut menjadi sinyal positif. Asisten II Setdaprov Riau, Helmi D tampak hadir secara langsung mengawal jalannya acara, didampingi jajaran Dispora Riau, Pemko Pekanbaru, serta perwakilan Pemkab Indragiri Hilir.

Merespons dinamika di daerah, Wakil Sekjen PB Squash Indonesia, Max Sumantri langsung memberikan instruksi khusus. Ia menuntut pengurus baru untuk bekerja ekstra keras memasyarakatkan olahraga ini ke seluruh pelosok Provinsi Riau.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Ketua KONI Riau, Khairul Fahmi menyoroti krusialnya aspek manajerial dalam memajukan sebuah cabang olahraga. Pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh dan terstruktur.

"Squash Riau harus mampu memenuhi harapan ke depan, baik itu tentang administrasi organisasi maupun prestasi," tegas Wakil Ketua KONI Riau, Khairul Fahmi. ***