AARHUS - Pasangan ganda putri kedua Indonesia, Nita Violina Marwah/Putri Syaikah tak mampu menaklukkan Yuki Fukushima/Arisa Higashino. Dalam pertandingan di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Selasa (12/10) petang, wakil Merah-Putih ini menyerah kepada wakil Jepang dengan skor 9-21, 10-21 dalam 44 menit.

Kegagalan ini membuat Indonesia tertinggal 0-4 melawan Jepang. "Kami sudah bersemangat untuk bermain sebaik mungkin. Tapi lawan memang sangat baik," kata Nita.

Berlaga pada pertandingan penyisihan terakhir Grup A perebutan Piala Uber 2020, Nita dan Chika, saapan akrab Putri Syaikah, mengaku terlalu mengikuti pola permainan lawan. Selain itu, mereka bermain terlalu terburu-buru. Mereka kurang sabar dalam permainan.

"Main kami tadi kurang aman. Tak sabar sendiri. Padahal pasangan yang kami hadapi adalah pasangan berpengalaman. Pertahanan lawan juga rapat sekali. Tidak bisa sekali serang untuk bisa dapat poin," kata Nita usai pertandingan.

Ditambahkan oleh Chika, di awal gim pertama, ganda muda yang ditampilkan skuat Garuda ini memang kurang sabar bermain. Dengan shuttlecock yang berat, seharusnya Nita/Chika tidak boleh terus menyerang. Harus diolah lebih baik untuk bisa mendapatkan angka.

"Melawan pasangan berpengalaman, kami tidak boleh terburu-buru. Kami tadi tidak sabaran. Dengan shuttlecock yang berat, seharusnya kami tidak boleh menyerang terus," tutur Chika.

Dari pertandingan debut sebagai pasangan ini, Nita/Chika mengaku banyak hal yang harus diperbaiki. Ini sebagai bagian agar ke depan performanya makin sokid.

"Harus lebih dikuatkan lagi, harus lebih tahan di lapangan, siap lebih capek. Harus lebih aman lagi mainnya. Fokus kami tak boleh hilang. Kami harus bisa konsisten terus," sebut Nita.

Sementara Chika menyebut hal yang serupa. "Banyak hal yang harus diperbaiki. Dari permainan yang lebih aman. Powernya juga harus ditambah," timpal Chika. ***