
PEKANBARU, GORIAU.COM - Dua orang warga asal Padang Luar Bukittinggi, terpaksa diamankan ke Mapolres Kampar lantaran melakukan aksi percobaan perampokan terhadap seorang supir travel. Modusnya pelaku minta diantar ke Bangkinang dengan upah Rp500 ribu. Namun ditengah perjalanan, mereka justru berusaha melumpuhkan korban.
Hendri (33), nyaris saja jadi korban perampokan yang dilakukan sepasang pria dan wanita bernama Dayat (33) dan Cia (27) Sabtu (6/6/2015) kemarin. Saat kejadian korban baru saja mengantar penumpang dengan trayek Pekanbaru-Dumai. Namun ketika sampai di Simpang Panam Pekanbaru, Hendri yang sedang membawa mobil Toyota Inova BM 1730 QL, dihentikan oleh keduanya.
Mereka meminta sang supir agar mau mengantarkannya ke kota Bangkinang. Dayat dan Cia mengiming-imingkan korban upah sebesar Rp500 ribu. Tak menaruh curiga, warga jalan Nuri kecamatan Sukajadi inipun langsung menyanggupinya. Waktu itu Cia duduk dibangku sebelah supir, dan Dayat berada persis di bangku tengah.
"Setibanya di Bangkinang, tepatnya di jalan Desa Ridan Permai, DY yang duduk di belakang korban langsung menjerat lehernya dengan ikat pinggang, dan memukul kepala korban dengan dongkrak," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Minggu (7/6/2015) siang.
Tak ingin menyerah begitu saja, Hendri pun memberikan perlawanan. Korban mengarahkan mobilnya ke pohon sawit dan langsung meloncat keluar. Sempat pula Hendri terlibat baku hantam dengan Dayat, hingga akhirnya sepasang penjahat amatiran tersebut berhasil melarikan diri dengan membawa satu uni ponsel milik korban.
"Beberapa jam setelah kejadian, korban melapor ke polisi. Kita langsung melakukan penyelidikan dan melacak keberadaan pelaku. D berhasil kita amankan terlebih dahulu, yang kemudian dikembangkan hingga berhasil meringkus rekannya C beberapa saat setelahnya. Keduanya lalu kita bawa ke Mapolres Kampar untuk diamankan," tukas Guntur.
Akibat ulah Dayat dan Cia ini, kedua perampok kelas teri tersebut akhirnya harus mendekam di sel tahanan. Sedangkan si supir pemberani itu berhasil selamat tanpa terluka dan tidak mengalami kerugian materi. "Dua pelaku ini merupakan warga asal Padang Luar kota Bukittinggi. Polisi masih melakukan pengusutan lebih lanjut," tutup Guntur. (had)