BAGANSIAPIAPI – Nelayan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Jumat (7/11/2025) sore, menemukan sesosok mayat terapung di perairan sekitar kawasan tersebut.

Mayat yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki itu dalam kondisi rusak dan diperkirakan telah beberapa hari terapung di laut. Saat ditemukan, tidak ada identitas atau tanda pengenal pada tubuh korban, sehingga hingga kini masih berstatus Mr X.

Beberapa nelayan menduga mayat tersebut merupakan korban kapal karam, namun hal ini belum dapat dipastikan kebenarannya.

Tokoh masyarakat dan pendidikan Panipahan, H Abdurahman Yus, Spdi, saat dihubungi Jumat (7/11/2025) membenarkan temuan tersebut.

"Benar, nelayan menemukan mayat seorang lelaki di perairan Panipahan. Seperti biasa, jenazah dibawa ke darat dan sudah dimakamkan di Pemakaman Muslim dekat Masjid Raya Panipahan sore ini," ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reserse Polsek Panipahan, Aipda Ilyas, juga mengonfirmasi laporan tersebut.

"Benar, kami menerima informasi dari nelayan yang menemukan mayat saat melaut. Saat ini kami masih di lapangan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya singkat.

Menurut beberapa nelayan Panipahan, penemuan mayat di laut bukan kali pertama terjadi. Kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang melanda perairan tersebut kerap menjadi penyebab nelayan hilang di laut.

"Ini bukan yang pertama, sudah beberapa kali ditemukan mayat terapung. Kemungkinan korban kapal karam, apalagi sekarang musim angin besar," sebut seorang warga.

Wilayah perairan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, berbatasan langsung dengan perairan Kabupaten Asahan dan Labuhan Batu, Sumatera Utara. Jika tidak ada warga setempat yang kehilangan anggota keluarga, kuat dugaan mayat tersebut berasal dari daerah lain seperti Asahan, Labuhan Batu, atau bahkan dari wilayah perairan Malaysia yang dipisahkan oleh Selat Malaka. ***