
JAKARTA – Arah Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) rupanya belum akan segera rampung. Regulasi krusial yang mengatur jalannya pesta demokrasi tersebut hingga kini masih berpusat pada tahap negosiasi di tingkat elite partai.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengakui bahwa nasib beleid ini sangat bergantung pada hasil kesepakatan para pimpinan partai politik (parpol). Komunikasi lintas fraksi terus dijalin guna menyamakan persepsi sebelum pembahasan ditarik ke tahap yang lebih teknis di parlemen.
"Saat ini kami masih membicarakannya dengan ketua-ketua partai politik," terang Puan, Jumat (17/4/2026).
Politikus PDIP ini mengklaim bahwa kehati-hatian dalam merumuskan RUU Pemilu murni bertujuan untuk menjaga marwah demokrasi. Tarik ulur kepentingan yang terjadi diklaim sebagai upaya melahirkan aturan main yang mampu menciptakan iklim kontestasi sehat.
"Yang paling penting adalah bagaimana nantinya dalam proses itu pemilu bisa berjalan jujur, adil, efisien, dan tentu saja membawa manfaat yang baik bagi bangsa dan negara," tegasnya.***