SELATPANJANG - Nasib ribuan tenaga honorer di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Kepulauan Meranti tergantung pada kemampuan keuangan daerah. Sepanjang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Meranti kuat, honorer tidak akan dirumahkan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi ketika ditemui di Selatpanjang, Rabu (16/11/2016). Kata H Irwan, memang hingga saat ini Pemda Kepulauan Meranti belum mengambil sikap tegas tentang kelangsungan honorer pada tahun mendatang. Hal itu akan dilihat dulu dari kemampuan keuangan daerah, guna membayar jasa kerja honorer di Kota Sagu.

Baca Juga: Rasakan, Pakai Sabu-sabu, PNS dan Honorer Meranti Ditangkap Polisi

"Sepanjang APBD kuat, kita tidak akan merumahkan (honorer, red)," kata H Irwan menjawab wartawan.

Baca Juga:
*Buset, di Kepulauan Meranti Ada 4.574 Tenaga Honorer
*Belasan Honorer Meranti-Rohil Minta Kepas Menpan-RB

Sebagaimana diketahui, dengan adanya beberapa wewenang kabupaten ditarik ke provinsi, membuat banyak bidang atau SKPD yang semula jadi tanggungjawab kabupaten kini berpindah. Penarikan wewenang ke provinsi tidak pula disertakan dengan penarikan seluruh tenaga yang ada di dalam bidang atau SKPD itu, terutama honorer di bidan ataupun SKPD tersebut.

Baca Juga: Pemkab Kuansing Segera Rumahkan 1.500 Tenaga Honorer

Hal ini membuat berdampak pada semakin banyak honorer di Kepulauan Meranti. Ditambah, saat ini sumber daya manusia (SDM) terampil yang merupakan lulusan dari kampus terbaik atas kerjasama Pemda, mulai kembali dan siap mengabdi di daerah. Hal ini tentu akan menambah sederetan nama-nama yang akan ditempatkan di tiap SKPD atau SOPD baru nantinya.

Baca Juga: Terkuaknya Rekening Gendut Tenaga Honorer Rohil, Amat Tambusai: Itu Cerita Lama

Menanggapi ini, H Irwan memang mengaku mempersiapkan SDM terampil di Kepulauan Meranti melalui kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia. Dengan harapan, setelah selesai SDM terampil ini siap mengabdi dan membantu pembangunan di daerah kabupaten termuda se Riau ini.

Baca Juga: Tak Disiplin, 5 Tenaga Honorer Rohil akan Dirumahkan

Meski demikian, H Irwan tetap memberi signal bahwa akan ada pergeseran-pergeseran sistem honorer atau yang bekerja di tiap SKPD. Diakui H Irwan juga, honorer ini semula hanya bersifat akomodatif saja, dimana waktu itu daripada nganggur, diberi pekerjaan. Namun, kelangsungan honorer tentu pula tergantung dari kekuatan keuangan daerah kedepannya. "Pasti ada pergeseran tenaga nantinya. Awal berdiri kita kekurangan SDM terampil, bahkan ada yang kita kontrakkan. Kedepan kami ingin SDM kita harus berkualitas dan permanen," sebut H Irwan.

"Kita tidak ingin langsung merumahkan honorer seperti yang terjadi di beberapa daerah lain," tambahnya. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini