TELUKKUANTAN - Pemerintah Kabupaten Kuansing segera ''merumahkan'' 1.500 tenaga honorer sebagai dampak menurunnya APBD karena turunnya dana bagi hasil (DBH) yang diterima. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terpaksa melakukan rasionalisasi anggaran untuk mengurangi beban biaya.

"Diperkirakan 1.500 pegawai honorer tidak akan diperpanjang kontraknya tahun mendatang. Kalau tidak ada rasionalisasi, beban daerah semakin berat dan daerah tak mampu membayar gajinya,'' ujar Sekda Kuansing, Drs. H. Muharman, MPd.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kuansing menyatakan bahwa angka pengangguran pada tahun 2016 mencapai 5.643 jiwa. Umumnya, para pencari kerja tersebut memiliki pendidikan strata satu dan SMA. Untuk itu, ia berharap agar para lulusan universitas diminta agar lebih kreatif menciptakan lapangan kerja.‎***