SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Rider Jepang Yoshitaku Nagasako berhasil menguburkan impian pebalap andalan Indonesia Toni Syafirudin pada kejuaraan Asian BMX Champhionship di sirkuit BMX Siak Sport. Bahkan, dua pebalap Jepang lainnya juga mampu meninggalkan Toni yang hanya berada di posisi empat.

Sementara, untuk kelas elite putri, rider asal Thailand Amanda Carr masih tanggung bagi lawan-lawannya. Wanita berusia 14 tahun yang meraih medali emas di Asean Games Korea beberapa bulan lalu, kembali berada di posisi dan berhak atas medali emas. Sedangkan di posisi dua dan tiga menjadi milik pebalap China.

Yoshitaku Nagasako mengaku puas atas hasil yang diperolehnya. Dia menilai, rider Indonesia Toni Syarifudin merupakan lawan yang tanggung.

"I am so heppy. Sejak tiga tahun terakhir, saya selalu latihan dengan Toni, tapi setiap kejuaraan, saya selalu menang," ujar Yoshitaku dengan bahasa Inggris kepada sejumlah wartawan, usai menerima medali emas di sirkuit BMX Siak Sport, Minggu (9/11/14).

Untuk kelas elite putri, Amanda Carr juga puas dengan prestasi yang dicapainya. Dia berharap, impian untuk ikut Olimpiade di Brazil tahun 2016 dapat terwjud untuk mengukir prestasi di tingkat dunia.

"Impian saya juara dunia di Brazil. Kejuaraan ini sangat berharga bagi saya untuk mendapatkan tiket ke Brazil agar bisa juara dunia balap sepeda BMX," kata Amanda.

Kehadiran wanita cantik berambut gimbal ini menarik perhatian penonton selama pertandingan berlangsung. Amanda yang low profile menjadi idola bagi remaja, anak-anak serta sejumlah pejabat yang menyaksikan perlombaan. Saat Bupati Siak Drs H Syamsuar mengalungkan medali emas kepada Amanda, penonton berteriak menyebut namanya.

"Amanda, Amanda, I Love You Full," teriak penonton dari tribun. Spontan, penonton lainnya tertawa, dan seketika sama-sama memanggil Amanda, Amanda. Fenomena itu membuat Syamsuar ikut tersenyum dan bangga dengan prestasi yang diraih Amanda.

"Ajak Amanda dengan orangtuanya foto bersama dengan kita di sini," kata Bupati.

Usai acara, puluhan penonton berebut minta foto bersama dengan Amanda. Dia pun melayani dengan ramah, dan dilayani satu-persatu sembari memberikan stiker foto dirinya yang sudah ditandatangani.

"Masyarakat baik-baik, saya kagum ada Masjid besar yang bagus di Siak ini. Kalau track Siak diakui UCI, kejuaraan dunia tahun berikutnya saya akan kembali ke sini," tutup Amanda.

Good Luck..Amanda, smoga kesan baik yang kau rasakan selama berada Siak, hendaknya kau ceritakan ke penjuru dunia..!!!(nal)