
PEKANBARU, GORIAU.COM - Jembatan penghubung yang membentang di belahan sungai Reteh, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, tiba-tiba runtuh sore ini, Kamis (29/10/2015). Akibatnya, aktifitas ribuan warga setempat terancam lumpuh, karena jembatan ini merupakan akses satu-satunya sebagai pintu keluar masuk warga ke ibukota kecamatan, Kotabaru.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Riau H. Musyaffak Asikin mengatakan, jembatan ini dibangun pada tahun 1995 lalu. Namun kondisinya memang sudah tidak mampu menahan beban, karena tidak pernah diperbaiki. Terkait runtuhnya jembatan ini, dia mengaku sudah mendapat kabar dari warga setempat.
"Warga telah mengabari saya tadi sore sekitar pukul 16.30 jembatan Reteh runtuh. Saya beberapa waktu lalu sebenarnya juga sudah menyampaikan kondisinya kepada Kepala Dinas Bina Marga, karena sudah beberapa kali dikeluhkan warga mengenai kondisinya, namun ternyata hari ini benar-benar runtuh," sampai Musyaffak kepada GoRiau.com.
Runtuhnya jembatan ini, kata Musyaffak, sangat menghambat aktifitas warga, karena merupakan akses satu-satunya. Apalagi di sekitar lokasi ada SMAN 1 Keritang, secara otomatis juga menghambat kegiatan sekolah. Musyaffak meminta Pemprov Riau mencarikan solusi.
"Tolong baik Pemprov Riau maupun Pemkab Inhil agar segera mencarikan solusi, jangan sampai aktifitas warga lumpuh," pintanya.
Sebelumnya, lanjut politisi PAN tersebut, Kadis Bina Marga Provinsi Riau mengatakan akan menganggarkan pembangunan tiang jembatan baru sebesar Rp25 miliar pada APBD 2016 mendatang.
"Namun karena ini sifatnya mendesak, saya meminta agar dicarikan solusi. Saya renacanya malam ini bersana PPTK Bina Marga akan turun ke lokasi untuk melihat kondisi dan mencari jalan keluar, apakah memungkinkan badan jembatan diperbaik, atau solusi jembatan sementara," sampai wakil rakyat dari daerah pemilihan Indragiri Hilir ini.
Agar arus barang dan orang serta lancarnya aktifitas warga, Musyaffak juga meminta kepada Pemkab Indrahiri Hilir untuk melakukan langkah cepat dengan membuat alternatif lain bagi transportasi warga.(rul)