TELUKKUANTAN – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau direncanakan akan melaksanakan musyawarah cabang (Muscab) pada akhir Agustus mendatang. Saat ini, panitia sudah membuka pendaftaran bakal calon (Balon) ketua umum (Ketum) periode 2024 - 2027.

Dicki Susanto, Ketua OC (Organizing Committee), mengatakan masa pendaftaran Balon Ketum sudah berlangsung sejak 6 Agustus sampai pada 20 Agustus 2024.

"Bagi yang ingin mendaftar, silahkan ambil formulir di Hotel Angela," kata Dicky, Senin (12/8/2024) pagi di Telukkuantan. Hotel Angela dijadikan sekretariat panitia pelaksana sekaligus tempat pelaksanaan Muscab IV HIPMI Kuansing 2024.

Adapun persyaratan umumnya, yakni tercatat sebagai anggota aktif, setia pada cita-cita usaha dan tujuan Hipmi, berpandangan luas, bersikap atau bermoral baik dan terpandang di masyarakat terutama masyarakat dunia usaha, tidak berada dalam keadaan terpidana atau dinyatakan pailit oleh Pengadilan, berusia di bawah 41 tahun, menyatakan bersedia aktif dan bersedia mundur jika dinilai tidak aktif dan bersedia bertempat tinggal di mana Badan Pengurus berkedudukan.

Sedangkan persyaratan khususnya, terdiri dari surat permohonan sebagai Ketua Formatur/Ketua Umum BPC Hipmi Inhil, fotokopi KTP masih berlaku, pernah menjadi pengurus Hipmi, SKCK yang masih berlaku, NPWP dan NIB Perusahaan/Badan Usaha, pas foto berwarna ukuran 4x6 sebanyak 4 lembar, daftar riwayat hidup (CV), pernah mengikuti Diklatcab atau Diklatda Hipmi, serta dokumen visi misi dan program.

"Kita standby selama masa pendaftaran. Bagi yang berminat bisa menghubungi atau mendatangi loket kita untuk pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran," terang Dicky.

Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Kuansing Ifos Alva Rianda mengatakan bersamaan dengan Muscab juga akan dilaksanakan pendidikan dan pelatihan cabang (Diklatcab).

Diklatcab dan Muscab mengangkat tema 'Akselerasi dan Kolaborasi Pengusaha Muda Dalam Menghadapai Era Digital.' Menurut Ifos, tema ini diangkat agar menjadikan Muscab HIPMI sebagai forum berkonsolidasi pengusaha muda dan menentukan arah kebijakan.

"Sekaligus memantapkan sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder terutama dengan pemerintah daerah yang selama ini sudah terjalin baik," kata Ifos.***