PEKANBARU - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa kembali menegaskan, bahwa pihaknya tidak lagi menggunakan istilah mahar politik pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

Dikatakannya, istilah mahar politik ini hanya akan menimbulkan konflik di internal partai. Karena itu, ia mengimbau bahwa tugas partai sebenarnya adalah memenangkan kader atau pasangan calon yang diusung pada saat pemilihan.

"Jadi ya tidak ada lagi mahar di PPP sekarang karena rentan konflik," tegas Suharso saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) dan Pembekalan Anggota DPRD PPP se Provinsi Riau, Minggu (3/11/2019) sore.

Tidak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengutamakan kader internal pada pilkada 2020. Meskipun, tidak menutup kemungkinan jika nantinya partai berlambang ka'bah tersebut akan mendukung figur calon lain yang bisa diusung.

"Kita akan dorong kader internal jika memang dia adalah sosok yang layak dan mampu. Tapi kalau merasa memang ingin meminang sosok lain, dipersilahkan membuka pendaftaran," jelas menteri perencanaan pembangunan nasional Indonesia tersebut.

Selain persoalan pilkada, Suharso juga menyinggung tentang kepengurusan internal partai. Di mana, ia meminta agar seluruh kader untuk meningkatkan kedudukan partai yang didirikan 46 tahun lalu tersebut.

"Pengurus mesti lugas dalam menjalankan tugas dan fungsinya demi peningkatan kedudukan PPP ke depannya," pesan Suharso.

Sementara itu, mukerwil ini dihadiri oleh Plt Ketua DPW PPP Provinsi Riau Mursini, Sekretaris DPW PPP Riau, T Nazlah Khairati, anggota DPRD se Provinsi Riau dari PPP, serta sejumlah kader dan tamu undangan.***