
SIAK, GORIAU.COM - MPR RI melaksanakan pegelaran seni budaya wayang kulit di lapangan Sri Wangsa Kecamatan Bungaraya, Sabtu (19/10/2013). Pegelaran wayang kulit tersebut dimaksudkan untuk mensosialisikan pesan-pesan dan nilai yang terkandung dalam 4 pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI yang dikemas dengan tema ''Bima Labuh'' oleh dalang Ki Sobran.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, Camat Bungaraya tokoh masyarakat Jawa H Suryadi, dan ratusan masyarakat Bungaraya.
Bupati Siak dalam sambutannya mengatakan pegelaran wayang kulit sudah pernah diadakan di Kabupaten Siak, namun untuk tema berkenaan Sosialisasi khususnya tentang 4 pilar kebangsaan baru pertama kali dilaksanakan. Untuk itu dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Siak amat menyambut baik gagasan melaksanakan kegiatan ini.
''Beberapa waktu yang lalu seluruh Kepala Daerah dipanggil untuk menandatangani MoU berkenaan Sosialisasi 4 Pilar kebangsaan. Adapun 4 pilar kebangsaan ini sudah lama kita ketahui bersama, namun kondisi sosial bangsa kita akhir-akhir ini membuat kita harus sering diingatkan kembali akan pentingnya 4 pilar kebangsaan ini,'' ujarnya.
Sementara itu anggota DPR-MPR RI asal Riau H Wan Abu Bakar yang hadir mewakili pimpinan MPR RI mengatakan sosialisasi ini amat penting karena merupakan tugas dan kewajiban sebagai warga negara.
''Masing-masing kita harus bertanggungjawab untuk melestarikan nilai-nilainya ditengah masyarakat dan tidak boleh lupakan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara,'' jelasnya.
Lebih jauh dikatakannya, melestarikan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan memerlukan komitmen dan peran serta berbagai pihak terutama kesamaan visi dengan Pemerintah Kabupaten.
Sebagai program nasional dalam melaksanakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan, MPR RI menggagas pementasan wayang kulit sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan sosialisasi. Kedepan pelaksanaan sosialisasi juga akan disesuaikan dengan keanekaragaman sosial budaya yang dimiliki bangsa indonesia misalnya seni pementasan teater melayu yang ada di Kabupaten Siak. (rls)