PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski berdiri sebagai organisasi yang mewadahi berbagai cabang olahraga yang ada, namun KONI Riau menegaskan tidak akan menambah atau merestui cabang olahraga baru yang masuk dalam keanggotaan KONI Pusat beberapa waktu lalu, salah satunya Barongsai.

Hal ini langsung ditegaskan Plt Ketua Umum KONI Riau, Yuherman Yusuf beberapa waktu lalu, di Pekanbaru. Dikatakannya, Barongsai dan beberapa cabang baru lainnya dinilai tidak memenuhi kriteria sebuah olahraga.

"Lebih kepada rekreasi. Logikanya saja, darimana sisi keolahragaan Barongsai. Memang telah menjadi anggota KONI Pusat, namun untuk Riau, tidak bisa dipastikan cabang seperti itu masuk menjadi anggota," kata Yuherman.

KONI Pusat merestui sepuluh cabang olahraga baru yang diputuskan pada Rapat Anggota KONI se-Indonesia yang berlangsung pada 21 Februari 2013 lalu di Bandung, Jawa Barat. "Memang sudah menjadi keputusan, namun kita tetap menolak untuk waktu dekat masuknya cabang seperti Barongsai," tambah Yuherman.

Adapun kesepuluh cabang baru yang masuk dalam keanggotaan KONI Pusat antara lain Arung Jeram, Jet Sport, Bola Tangan, Woodball, Equestrian, Kabaddi, Rugbi, Barongsai, Muay Thai dan Gateball.

Dijelaskan Yuherman, contoh nyata dari penolakan tegas Riau seperti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 lalu. Dimana cabang Dansa yang diusulkan beberapa daerah untuk dipertandingkan ditolak tegas. Dengan alasan tidak ada nilai olahraga dan juga tidak sesuai dengan kultur budaya melayu.

Pada Rapat Anggota KONI se-Indonesia tersebut juga diputuskan cabang olahraga Vovinam yang pernah dipertandingkan di SEA Games 2011 di Palembang-Jakarta ditolak sebagai anggota KONI yang baru dengan alasan belum memenuhi syarat administrasi.

Dengan tambahan sepuluh cabang tersebut, anggota KONI Pusat otomatis bertambah menjadi 94 anggota yang terdiri dari 33 KONI Daerah serta 61 induk organisasi dan badan fungsional.(tri)