PEKANBARU - Razia besar-besaran yang digelar Polda Riau, Rabu (28/12/2016) malam di jalur Lintas Utara Kota Pekanbaru yang hubungkan Riau-Sumatera Utara, berhasil menjaring sejumlah pengendara yang kedapatan melanggar aturan.

Ada yang memakai pelat mobil modifikasi, tidak membawa surat kendaraan hingga pelanggaran lainnya. Semuanya langsung diproses aparat berwajib. Bahkan sepeda motor juga turut jadi sasaran razia yang berlangsung sampai pukul 00.30 WIB, Kamis (29/12/2016) dini hari tersebut.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Surawan, melalui Kasubdit III, AKBP Fibri Karpiananto mengungkapkan, ada dua sepeda motor dan satu mobil terpaksa ditilang. Selain itu polisi juga memberikan enam teguran bagi pengendara yang melanggar peraturan.

"Ada yang kita tindak (Tilang dan teguran). Sementara indikasi pelaku kejahatan, penyelundupan senjata dan narkoba tidak ada kita temukan dalam operasi malam ini," ungkap AKBP Fibri kepada GoRiau.com (GoNews Group), usai razia digelar.

Baca Juga: Puluhan Polisi Bersenjata Lengkap dari Polda Riau Razia Besar-besaran di Lintas Utara

Razia besar-besaran yang libatkan ratusan personel gabungan, mulai dari Sabhara, Brimob hingga Reserse tersebut merupakan antisipasi kepolisian guna mencegah potensi gangguan keamanan, khususnya menjelang tahun baru 2017.

"Jadi kegiatan cipta kondisi tersebut merupakan bagian dari persiapan kita menjelang tahun baru. Terutama mewaspadai kendaraan-kendaraan yang masuk ke Riau serta Pekanbaru secara khususnya. Tujuannya agar Riau aman saat perayaan tahun baru nanti," yakinnya.

Razia tersebut juga bukan kali ini saja. Sebelumnya petugas gabungan dari Polda Riau juga menggelar operasi serupa di Lintas Timur. "Jadi memang bergantian. Kita lakukan pemetaan, di mana yang dinilai cukup rawan atau berpotensi sebagai akses pelaku kejahatan," pungkas dia.

Razia itu juga sempat diwarnai dengan aksi mutar arah oleh pemotor yang berusaha menghindari pemeriksaan. Melihat ada pelang operasi rutin dan puluhan petugas di bahu jalan, mereka pun berusaha berbalik. Namun upaya ini gagal, lantaran anggota sudah menyebar disepanjang lokasi. ***