
PEKANBARU – Batin Tenayan Kota Pekanbaru menegaskan suatu kewajaran jika Dewan Pengurus Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) ikut campur dalam urusan Batin Tenayan.
Hal tersebut disampaikan oleh Datuk Utusan Batin Tenayan, M Ujang Linun, menurut dia Batin Tenayan tak pernah mempermasalahkan intervensi dari DPH. Karena DPH LAMR Riau merupakan induk dari Batin Tenayan.
Kata Ujang Linun, jika DPH LAMR masuk ke ranah pebatinan yang ada di Riau adalah wajar karena DPH LAMR merupakan pengurus harian. Untuk itu, wajar jika Batin Tenayan berkoordinasi dengan Datuk Seri Syahril Abubakar selaku Ketua Umum DPH LAMR.
“Rasa kami tidak bermasalah jika Ketua Umum DPH LAMR memberikan arahan kepada batin-batin yang ada di Riau terutama kepada Batin Tenayan dan Batin Muara Sakal. Jika DPH LAMR campur tangan dalam urusan Batin Tenayan itu ya wajar-wajar saja,” ujarnya.
Ujang malah mempertanyakan MKA LAMR melontarkan pernyataan tersebut karena menyinggung nama Batin Tenayan. Seharusnya, MKA bisa menjadi panutan adat istiadat yang ada di Riau dan bisa memberi contoh kepada anak kemenakan yang berada di bawah.
Senada dengan Ujang, Hulubalang Adat Batin Tenayan Hanafi bin Tugino juga menyayangkan pernyataan pemberitaan yang menyebutkan campur tangan DPH LAMR dalam Batin Tenayan.

“Jika memang benar ada yang menyampaikan pernyataan seperti itu, bagi kami masyarakat adat itu kurang pantas. Jika masyarakat adat tidak lagi mendapat tunjuk ajar dari para datuk ke mana lagi kami mendapatkan tunjuk ajar mengenai adat istiadat,” ujarnya.
Menurut Hanafi, hulubalang adat bagian dari budaya Melayu yang terlahir dari Sejarah bangsa Melayu.
“Tugas-tugas hulubalang yaitu menjaga marwah adat, maklumat adat, simbol-simbol adat yang berlaku dalam masyarakat adat dalam masyarakat adat di Provinsi Riau yang seharusnya diayomi LAMR,” ujarnya.
Sementara itu, Lombut selaku Tongkat Batin Muaro Sakal, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Pelalawan mempersoalkan penyebutan nama Muara Sakal oleh Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H.R. Marjohan Yusuf dalam sambutannya pada Musbeslub LAMR di Hotel Alpa, Sabtu (16/4/2022) yang videonya sempat beredar luas di medsos.
[IMAGE-2]Lombut mengaku tersinggung karena pada Musbeslub tersebut Datuk Seri H.R Marjohan ada menyebut nama Batin Muara Sakal.
“Kami tidak pernah berbuat masalah di Muara Sakal dengan siapa pun, dan tidak pernah menjelek-jelekkan Ketua DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Syahril Abubakar dan Datuk Seri HR. Marjohan Yusuf,” kata Lombut.
Sebagai Tongkat Batin, Lombut ingin mengetahui bagaimana sebetulnya Ketua Umum MKA LAMR terhadap Batin Muara Sakal. Untuk itu, ia bersama anak kemenakan Batin Muara Sakal ingin menemui Datuk Seri HR. Marjohan Yusuf dan Datuk Tarlaili mempertanyakan apa masalahnya sehingga nama Batin Muara Sakal disebut.
“Anak kemenakan Batin Muara Sakal siap melakukan pertemuan dengan Datuk Seri HR. Marjohan dan Datuk Tarlaili kapan dan dimana saja. Tolong jawab apa kesalahan kami,” ujarnya. ***