SELATPANJANG, GORIAU.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan daerah pertama yang ia temui yang sulit untuk dibantu. Sebab, banyak bantuan yang disiapkan pusat tidak langsung bisa disalurkan dan digunakan di Meranti.
"Ini daerah pertama yang paling sulit dibantu," kata Mentan Andi, saat menghadiri panen raya padi di Desa Bina Maju Rangsang Barat Kepulauan Meranti, Riau, Rabu (4/3/2015) siang.
Dicontohkan Andi, saat ada program bantuan perbaikan irigasi dari pusat, Meranti dinilai belum bisa karena tidak adanya sumber air yang bisa digunakan untuk pertanian.
Kemudian Mentan menawarkan bantuan bibit kedelai, Meranti juga dinilai tidak siap karena tidak ada petani kedelai. Bantuan bibit jagung, Meranti tidak memiliki lahan sebesar yang diinginkan Pemerintah Pusat.
Mentan Andi mengatakan saat ini Kementerian Pertanian tengah membangun sesuai dengan keunggulan lokal daerah yang ada di Indonesia. Bukan keinginan kementerian ataupun pusat.
"Kita harus membangun sesuai keunggulan lokal," kata Andi.
Pada kesempatan itu pula, dalam dialog singkat dengan warga, Mentan Andi berjanji akan menyalurkan bantuan apa saja yang dibutuhkan petani di Meranti. Seperti traktor dan lain-lain. Selain itu juga akan diberikan bantuan seperti sapi, itik, dan kambing.
Hadir dalam kunjungan itu Plt Gubernur Riau Andi Rachman, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi dan jajaran, dan ratusan petani maupun penyuluh pertanian. Usai menggelarkan dialog dengan warga, Mentan melanjutkan perjalanan (kunjungan, red) ke Kabupaten Siak.
(zal)