PEKANBARU, GORIAU.COM-Warga Tampan mengaku kesal dengan ulah sopir dan kernet travel yang biasa mangkal di Simpang Panam. Pasalnya, para kernet seenaknya saja berkeliaran di jalan raya.
"Setiap hari, mereka kejar-kejaran di tengah jalan dan saya beberapa kali hampir jatuh dibuatnya," ujar Angga saat berbincang-bincang dengan
GoRiau.com, Senin (16/6/2014). Ketika itu, lanjut Angga, dirinya sedang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba beberapa orang melintas sambil berlari di hadapannya.
"Ya, saya kaget dengan aksi kejar-kejaran itu," katanya. Setelah diperhatikan, ternyata orang-orang yang berlari tersebut merupakan kernet dari travel. Mereka mencari penumpang di Simpang Panam.
Angga mengaku semakin heran, ketika beberapa orang petugas Dishub hanya berdiam diri saja. Tanpa ada satu orangpun untuk menertibkan para travel-travel itu. "Padahal, pos Dishub tepat berdiri di perempatan itu," lanjutnya.
Pengalaman yang sama juga diceritakan oleh Wahyu. Ia sangat jengkel dengan ulah para sopir dan kernet travel tersebut. "Mereka sangat membahayakan pengendara sepeda motor," katanya.
"Bagaimana tidak, mereka berani berlari melintasi jalan tanpa memperhatikan keselamatan orang lain," ltambah Wahyu.
Dikatakan Wahyu, para kernet dan sopir biasanya berburu penumpang. Mereka berebut dan mencoba menghentikan siapa saja yang lewat. "Pokoknya, kalau kita boncengan dan bawa tas agak besar, mereka langsung berdiri di hadapan kita," katanya.
"Apalagi kalau ada oplet yang datang dari arah kota, mereka langsung melompat ke dalam. Padahal, oplet tersebut masih kencang," jelasnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pekanbaru harus benar-benar serius dalam menertibkan simpang Panam. Sebab, perempatan tersebut telah berubah menjadi sesuatu yang amburadul. "Ketertiban berlalu lintas tidak ada lagi di sana," kesalnya.
"Harusnya, Dishub mengarahkan para travel ini ke terminal BRPS, bukan malah membiarkan mereka beroperasi di sembarang tempat," kata Wahyu.
(san)