PANGKALAN KERINCI – Suasana ceria menyelimuti wajah Rain Jerih Nababan (12) dan teman-temannya saat menyaksikan prosesi peresmian asrama SMP Global Andalan, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau. Dengan tawa kecil dan antusiasme, mereka menyaksikan manajemen PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memasuki bangunan baru tempat mereka tinggal.

Rain, siswa kelas 7, kini menghuni asrama dengan luas bangunan 11x13 meter bersama sepuluh anak lainnya, semua anak pekerja  RAPP . Boarding school ini, yang mulai beroperasi pada 2024, menawarkan pengalaman belajar yang unik dengan fasilitas mendukung serta lingkungan yang nyaman.

Membangun Disiplin dan Kemandirian

Rain kini menjalani rutinitas belajar yang lebih teratur dibandingkan sebelumnya. Sebagai anak dari pekerja kontraktor di Pelalawan Estate North (PEN), ia merasakan perubahan besar sejak tinggal di asrama. Dengan fasilitas lengkap dan ritme hidup yang terstruktur, Rain merasa semakin dekat dengan cita-citanya menjadi karyawan tetap di RAPP.

"Saya jadi lebih mandiri di sini. Kalau dulu saya harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah, sekarang semuanya lebih mudah dan nyaman. Saya bisa fokus belajar," kata Rain, yang sangat menyukai pelajaran Matematika.

Tinggal di asrama juga membuatnya belajar banyak hal baru. Dari kegiatan berkebun hingga memelihara ikan, setiap siswa diberi tanggung jawab khusus. "Kami harus menyiram tanaman atau memberi makan ikan. Kegiatan ini membuat saya lebih disiplin dan peduli," tuturnya.

Rain juga menikmati kegiatan di sore hari, seperti bermain sepakbola bersama teman-temannya. Suasana ceria di lapangan menjadi hiburan tersendiri di tengah aktivitas belajar mereka.

Peran Orang Tua dan Sekolah

Meski awalnya berat, orang tua Rain akhirnya mendukung keputusannya untuk tinggal di asrama. Jarak sekolah yang jauh, sekitar 40 menit perjalanan menggunakan speedboat dan bus, menjadi salah satu alasan utama.

"Awalnya ayah ragu. Tapi setelah tahu fasilitas dan pembelajaran di boarding school ini, beliau setuju. Sekarang ayah senang melihat saya lebih teratur dan tidak pernah terlambat sekolah," ujar Rain.

Bagi Rain, tinggal di boarding school membuka peluang besar untuk meraih cita-cita. Ia berencana melanjutkan pendidikan ke SMK Kehutanan dan terus berusaha agar bisa menjadi bagian dari RAPP di masa depan.

Dukungan dari APRIL Group

Program boarding school ini merupakan bagian dari komitmen APRIL Group dalam memastikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak pekerja. Rizki Raihan Saputra, pembina asrama sekaligus guru Matematika, mengapresiasi upaya ini.

"Saya melihat bagaimana anak-anak ini dibina menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin. Selain belajar, mereka juga diajarkan keterampilan hidup, seperti berkebun dan berorganisasi," jelasnya.

Menurut Lei Shuang, Manager Sekolah Yayasan Kerinci Cinta Kasih (YKCK), boarding school ini bertujuan untuk memberikan pendidikan layak sekaligus meringankan beban orang tua. "Kami ingin memastikan anak-anak karyawan tetap mendapatkan hak pendidikan dan mencegah putus sekolah," ujarnya.

Bagian dari Komitmen APRIL 2030

Program ini sejalan dengan pilar Kemajuan Inklusif dalam Komitmen APRIL 2030, yang salah satunya adalah memastikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak pekerja kontraktor.

"Prinsip kami adalah tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan dan kesehatan. Dengan boarding school ini, anak-anak bisa belajar tanpa terganggu masalah transportasi atau cuaca," ujar Inra Gunawan, Legal Compliance, Conservation and Human Rights Head RAPP.

Selain mendirikan boarding school, APRIL juga telah mengembangkan Kode Praktik dan Rencana Aksi Kesejahteraan Anak dengan fokus pada lima pilar: kesehatan, nutrisi, pendidikan, perlindungan, dan kesejahteraan.

Kehadiran boarding school ini bukan hanya memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi Rain dan teman-temannya, tetapi juga membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan mandiri.

Kisah Rain adalah satu dari banyak cerita inspiratif tentang bagaimana pendidikan bisa mengubah hidup. Dengan dukungan APRIL Group, program ini diharapkan tidak hanya mewujudkan mimpi anak-anak, tetapi juga memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun masa depan yang berkelanjutan. ***