SELATPANJANG, GORIAU.COM - Salah seorang warga Palembang, Adan (35) nekad minum baygon untuk mengakhiri hidupnya. Akibat dari ulahnya ini, Ia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti Jalan Dorak Selatpanjang.


Adan ketika ditemui di RSUD Meranti mengaku ingin menghabisi hidupnya karena tak kuat menanggung beban keluarga. Adan mengaku tidak mempunyai pekerjaan, sementara anak-anaknya masih kecil.
Akibat tak punya pekerjaan, Adan mencoba peruntungan dengan merantau ke Tanjungbalai Karimun. Namun di Balai tak juga dia mendapat pekerjaan. Lalu Ia berniat kembali ke Siantar (tempat istrinya).
"Dari Balai saya ingin ke Dumai, untuk melanjutkan perjalanan ke Siantar. Saya tak punya uang, tiket pun dibeli oleh Kapolsek Karimun," ujar Adan.
Dari Balai itu, ditambahkan Adan, Ia salah turun. Adan berfikiran Selatpanjang adalah Dumai. "Salah turun aku bang, aku fikir Dumai," ujar Adan yang mengaku tiba di Selatpanjang, Kamis (11/6/2015) siang.
Karena tak punya uang, Adan numpang nginap di Kantor Polsek Tebingtinggi. Lalu, Jumat pagi didapati Adan telah kabur dari Polsek.
Adan mengaku waktu Jumat pagi itu, dia pergi ke Pelabuhan namun tertinggal kapal. Ia pun kembali dan membeli Baygon.
"Saya Baygon di kuburan dekat Dinas Kesehatan," ujar Adan lagi.
Adan mengaku minum Baygon setengah botol. Beruntung aksi nekad nya itu diketahui warga sekitar dan dibawa ke RSUD untuk mendapat perawatan.(zal)