
PEKANBARU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo, mengimbau agar masyarakat Riau waspada aliran sesat. Namun ia pun mengimbau agar masyarakat tidak berbuat anarkis terhadap eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
"Gafatar menyimpang, dipusat tidak terdaftar. Masyarakat harus waspada namun jadilah pemaaf. Jangan anarkis terhadap eks Gafatar," ungkap Tjahjo Kumolo saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke bumi Melayu, Jumat (22/1/2016).
Selain itu, Mendagri RI juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau agar saling bekerjasama dalam mengantisipasi masuknya ajaran-ajaran yang menyimpang dari agama.
"Fungsikan Satpol PP dan berkoordinasi yang rutin dengan polisi, BIN, TNI. Agar tidak kecolongan," tegasnya.
Ia pun membeberkan mengenai perlunya mengoptimalkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dengan memberikan pendidikan pola-pola intelijen dalam mendeteksi dini suatu hal.
"Semua harus bekerjsama, kalau cuma mengandalkan polisi sendirian atau TNI sendirian, kan kasian," tutur Tjahjo Kumolo.
Selain itu, kata Mendagri RI tersebut, masyarakat Riau harus diberi pembinaaan dan penyadaran agar tidak mudah terpengaruh suatu ajaran begitu saja.
"Pola pikir masyarakat yang mudah tersesat harus diberi pembinaan dan penyadaran. Disinilah pemerintah dan tokoh agama harus berperan," ucap Mendagri RI tersebut dihadapan seluruh pejabat Pemprov Riau, Pemkab dan Pemko se Riau. ***