
PEKANBARU - Assessment center yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dimaksudkan untuk mengidentifikasi kemampuan pegawai negeri sipil (PNS) dalam bidang kompetensi manajerial.
Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Provinsi Riau sendiri, menjadikan penilaian kompetensi dengan sistem Assessment Center sebagai bahan pertimbangan bagi Baperjakat dan TPA dalam mengukur kemampuan dari pejabat pemerintah sesuai dengan kompetensi, kecakapan, keterampilan, dan keahlian.
Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman memaparkan, program assessment center dimaksudkan sebagai metode untuk memprediksi perilaku melalui simulasi yang dapat mengukur kemampuan seseorang dalam menangani tanggung jawab di masa mendatang. Dengan harapan didalam tubuh PNS Provinsi Riau tercipta jiwa profesional dan berintegritas.
"Pengembangan karier dan seleksi perlu dilakukan terhadap pejabat. Ini dilakukan untuk mengidentifikasi perilaku calon yang ditunjukkan pada saat tes dilakukan dan mencocokkannya dengan perilaku yang diperlukan dengan pekerjaan/jabatan yang akan diisi," tutur Andi Rachman.
Sementara itu, menurut Kepala BKP2D, Asrizal, assessment center dibentuk mengacu pada implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah. "Ini juga berfungsi sebagai penguatan kelembagaan satuan kerja perangkat daerah (SOTK)," ujar Asrizal.
Proses pelaksanaan assessment di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sendiri telah dijalani oleh kalangan pejabat eselon III dan IV. Dimana, untuk melakukan penilaiannya ditangani oleh tim Assessor BKN dan dibantu oleh 13 orang assessor BKP2D Provinsi Riau. Belakangan diketahui, assessment center Provinsi Riau mendapatkan BKN Award terbaik III.
Setidaknya, sebanyak 300 pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah mengikuti seleksi terbuka atau assessment untuk mengetahui kemampuan dan kelayakan si individu pada 29 Agustus 2016 lalu.
Lebih lanjut dijelaskan Asrizal, sebanyak 1.200 pejabat yang terdiri dari 300 orang pejabat eselon III dan 887 orang pejabat eselon IV diikutkan dalam seleksi terbuka untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang mereka miliki. Yang mana, pelaksanaan assesment bagi 887 eselon IV sendiri telah dilaksanakan pada 3 Oktober 2016 lalu. (Adv/Rat)