
BENGKALIS, GORIAU.COM - Sungguh memalukan, serapan APBD 2013 di Provinsi Riau, baik di tingkat Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Kota ternyata masih sangat rendah, peringkat II terendah di Indonesia. Per 31 Juli lalu, rata-rata serapan masih berada di bawah angka 30 persen.
Kondisi ini tentunya harus menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Kota. Karena walau bagaimanapun, rendahnya serapan APBD menandakan tidak adanya pertumbuhan ekonomi. Jika  tidak ada pertumbuhan ekonomi, berarti masyarakat tidak akan sejahtera.
''Jika kegiatannya benar dan dilengkapi bukti-bukti, maka tidak perlu ragu mencairkan anggaran,'' tegas Kepala BPKP Perwakilan Riau, Mulyana ketika menyampaikan pengarahan pada acara Sosialisasi Peraturan Perundangan-undangan bagi Aparatur Pemerintah dan Perusahaan Daerah Kabupaten Bengkalis yang ditaja Inspektorat, Senin (18/11).
Dipaparkan Mulyana, data tersebut diperoleh hasil pertemuan BPKP se-Indonesia yang digelar di Yogyakarta, baru-baru ini. Untuk itu ia sangat berharap dengan waktu yang tersisa ini, para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk memaksimalkan waktu yang tersisa ini dengan baik agar serapan anggaran bisa maksimal.
Ditambahkan Kepala BPKP, ada kecenderungan setiap akhir tahun SKPD selalu disibukkan dengan penyelesaian administrasi. Kondisi ini hendaknya bisa segera dihilangkan, karena dampaknya bisa tidak baik.jfk