SUNGAI APIT,GORIAU.COM - Ada-ada ungkapan warga terhadap jalan yang kondisinya sangat rusak. Seperti yang diungkapkan warga Sungai Apit saat ditanya soal jalan Bunsur - Tanjung Buton, Siak. Seperti difilm-film, melintasi jalan ini sama seperti menunggang kuda mabuk yang lompat sana, lompat sini. Demikian ungkapn warga terhadap jalan tersebut.
Tanjung Buton mengalami kerusakan yang cukup parah dan saat ini sudah tahap memprihatinkan, tepatnya di jalan poros Desa Mengkapan. Semenisasi yang ada sudah hancur, banyak terdapat lobang besar menganga dan tampak gelombang yang kuat pada permukaan jalan tersebut.
Pantauan lapangan senin (25/3/2013), rusaknya jalan tersbut dari jalan dekat perumahan warga Desa mMengkapan sampai jembatan pada sungai manual yang merupakan perbatasan Desa Mengkapan dan Bunsur. Terdapat satu Box Culvert yang atasnya pecah dan sudah diperbaiki dengan kayu, namun masih terdapat lubang. Tampak berdiri kayu pada lubang di tengah Box Culvert yang posisinya juga ditengah jalan.
Doni (36) warga Lalang, mengaku saat melintasi jalan tersebut dengan motor, dirinya merasa serasa naik kuda mabuk, hal itu karena gelombang pada jalan memang sudah parah. "Jalan ini merupakan jalan utama kami untuk menuju pelabuhan Tanjung Buton, meskipun rusak parah namun terpaksa kami gunakan, karena tidak ada akses lain," ungkap Doni.
Sementara itu, seorang pengguna jalan, Tarsono (36) warga Sungai Apit, sebagai pembina di pembibitan Mmngrove yang berada di Desa Mengkapan, dirinya mengaku kesulitan melintasi jalan tersebut. Gelombang pada jalan tersebut terkadang membuatnya sakit perut saat mengendarai motor.
"Hampir tiap hari saya melintasi jalan itu, parahnya kerusakan pada jalan tersebut bisa mengakibatkan kecelakaan. Selain itu, juga merusak kendaraan," ujar Tarsono .
Sementara itu di tempat terpisah Kepala Desa Mengkapan Nawawi saat dihubungi via ha senin(25/3) membenarkan hal itu, disampaikannya, informasi yang ada jalan itu akan dibangun dengan proyek multiyers di tahun 2014 mendatang.
Menurut Kades meskipun jalan itu nanti akan dilakukan pembangunan namun saat ini kalau bisa pihak terkait memasang rambu-rambu pada jalan supaya pihak pengguna jalan dapat lebih waspada setiap melintas dan memacu kendaraannya dapat berhati-hati.
"Kalau sudah dipasang rambu-rambu masyarakat yang sebagai pengguna jalan dapat berhati-hati dan waspada sehingga terhindar dari kecelakaan yang sewaktu-waktu dapat merenggut korban jiwa," sebut Kades singkat. (sks)