BENGKALIS - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Mohd Jalal menegaskan bahwa SKPD yang dipimpinnya tidak pernah membuka penerimaan penambahan petugas.

Hal itu ditegaskan Jalal pasca ditangkapnya pelaku penipuan berkedok lowongan kerja di BPBD Bengkalis. "Tak ada, Kami tidak ada penerimaan petugas. Itu orang menipu untuk mencari duet," tegasnya, Senin (17/10/2016).

Dia mengimbau, masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan informasi penerimaan lowongan kerja yang tidak resmi. "Kami menghimbau kepada masyarakat BPBD Damkar tidak pernah menerima pegawai atau petugas damkar. Karena untuk yang ada 160 orang personil saat ini sekarsng terancam gajinya, apalgi mau nambah," imbuh Jalal.

"Kalau adapun (penerimaan) kita bicarakan dulu di APBD, duetnya Ada baru diterima orangnya, kan gitu," tambah Jalal.

Sebelumnya Kepolisian Sektor Bukit Batu mengamankan Abd pelaku penipuan berkedok lowongan kerja di BPBD Damkar Bengkalis.Akibatnya, beberapa warga desa Sejangan Kecamatan Bukit yang mempercayai pelaku menyetor uang sebesar Rp 36 juta agar jebol masuk sebagai petugas pemadam. Rupanya, setelah transaksi dilakukan, pelaku Abd tidak bisa dihubungi. Merasa tertipu, korban melapor kepolisi.

Sementara itu, sebanyak 25 orang tenaga Damkar Bengkalis berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Fire 1 di Pusdiklat Damkar Ciracas Jakarta.

Kepala BPBD-Damkar, Mohammad Djalal melalui Kabid Damkar, Suiswantoro yang ikut mendampingi bersama dua Kepala Seksi, M Yunusdan Jhon Hendri mengatakan, diklat yang dikuti 100 orang pesertautusan Pemda dan Swasta se Indonesia bertujuan meningkatkan kompetensitenada Damkar.

''Pendidikan pola 45 jam ini dimulai tanggal 17-21 Oktober 2016.Harapan kita tentunya, tenaga Damkar yang mengikuti Diklat ini menjadilebih profesional. Memahami ketentuan peraturan dan teknis pemadamanserta peralatan,'' sebut Suiswantoro.

Seperti juga disampaikan Kadis Damkar dan Penyelamatan DKI, Dr Subejokata Suis, bahwa persoalan penting lainnya adalah, agar tenaga damkarmampu membaca kondisi guna menghindari resiko kecelakaan saatmenjalankan tugas.

''Banyak hal yang perlu diketahui oleh petugas Damkar, tidak mainsemprot atau londi saja. Teknik-teknik di lapangan harus diketahui,pengeuasaan medan dan peralatan. Itu semua dimaksudka agar tenagaDamkar terhindar dafi resiko saat menjalankan tugas,'' sebut Suis.***