BENGKALIS, GORIAU.COM - Masyarakat Kabupaten Bengkalis diminta untuk mewaspadai penyakit kaki gajah atau filariasis menyusul telah ditemukan beberapa kasus di dua kecamatan. Untuk mengatasi menyebarnya penyakit ini, Pemkab Bengkalis melakukan kerjasama dengan konsultan WHO.
Penandatangan kesepakatan kerjasama tersebut dilakukan antara Wakil Bupati Bengkalis Suayatno atas nama Pemkab Bengkalis dengan Konsultan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia, Saleha Sunkar dan disaksikan petugas Kemenkes RI, Chairiyah pada kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Pengobatan Massal Filariasis di ruang rapat Wakil Bupati, Kamis (27/12/2012).
Penyakit yang ditandai penebalan kulit dan jaringan di bawahnya, terutama di kaki atau alat kelamin laki-laki, sangat membahayakan apabila tidak segera ditangani secara benar. Warga yang sudah positif terserang penyakit ini sangat sulit disembuhkan, apabila memasuki stadium yang cukup parah dan terlanjur terjadi pembengkakan harus rela hidup setiap saat memakan obat. Parahnya lagi penyakit ini dapat menular ke orang lain dalam jangka waktu cukup lama.
Penyakit yang disebabkan cacing dan ditularkan melalui nyamuk ini, menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, sudah ada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Bantan dan Rupat Utara.
Tidak hanya adanya temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Konsultan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization berupaya melakukan sosialisasi secara menyeluruh di kawasan-kawasan sesuai hasil survei yang dinilai cukup endemi, terjadinya penyebaran penyakit yang sangat membahayakan ini. (jfk)