PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menggelar kegiatan pembinaan akhlak bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di Masjid Agung Al-Firdaus, Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Jumat (9/5/2024) pagi. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan rohani sekaligus sarana memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyoroti rendahnya tingkat kehadiran pegawai. Berdasarkan pantauan, hanya sekitar 20 persen ASN dan THL yang hadir.

"Ini kegiatan pembinaan akhlak untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Sayangnya, masih sedikit yang hadir. Padahal kegiatan ini rutin dan sangat bermanfaat," ujar Markarius.

Ia mengingatkan bahwa seluruh pegawai yang berkantor di kawasan Tenayan Raya, khususnya yang beragama Islam, wajib menghadiri kegiatan ini setiap Jumat pagi.

"Saya minta Kepala OPD, terutama yang kantornya di lingkungan Tenayan Raya, agar memastikan seluruh pegawainya hadir. Ini sudah saya sampaikan, dan akan saya pantau," tegasnya.

Markarius juga menyampaikan bahwa beberapa dinas yang berada di luar kawasan perkantoran memang memiliki kegiatan serupa secara mandiri. Namun bagi OPD di Tenayan Raya, kegiatan dipusatkan di Masjid Agung Al-Firdaus.

"Kita sudah sepakati pembinaan dipusatkan di sini. Jamnya juga sudah jelas, pukul 08.00 sampai 09.00 WIB. Jadi tinggal komitmen dan kesadaran masing-masing," sambungnya.

Selain pembinaan akhlak, dalam kesempatan itu juga disampaikan program tahsin Al-Qur’an yang telah dijalankan Pemko melalui masjid paripurna di berbagai kecamatan. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin belajar membaca Al-Qur’an, dengan tenaga pengajar disediakan dan dibiayai penuh oleh pemerintah.

Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Masjid Agung Al-Firdaus, H Ayat Cahyadi, yang juga mantan Wakil Wali Kota Pekanbaru, para Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah, serta pejabat struktural lainnya.

Markarius berharap ke depannya kegiatan ini dapat diikuti lebih banyak pegawai, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pembinaan rohani di lingkungan birokrasi. ***