
PEKANBARU - Anggota Komisi IV DPRD Riau, Mardianto Manan menegaskan target Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) di tahun 2023 sulit tercapai jika Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak segera melengkapi sarana dan prasarana jembatan timbang.
Mardianto bercerita, ketika dia pulang kampung ke Kuansing, dia melihat ada belasan mobil bertonase besar yang parkir didepan jembatan timbang, dan dia yakin semua mobil itu adalah ODOL. Saat dia kembali lagi ke Pekanbaru, Mardianto menyebut mobil-mobil tersebut sudah tidak ada lagi.
"Pertanyaan saya, ada apa? Kalau over loading kok gak ada muatan yang ditinggal disana? Kalau over dimension kok gak dipotong? Gudang penyimpangan juga tidak ada, alat pemotong tidak ada, petugas pengangkut muatan berlebih juga tidak ada. Jadi jembatan timbang itu seperti bohongan saja, omong kosong jembatan timbang jadi solusi ODOL," tegasnya, Rabu (30/6/2021).
Ia menambahkan, jika memang pemerintah memiliki target 2023 Zero ODOL, maka pemerintah harus segera berbenah. Mulai dari ketataatan aparat di lapangan hingga prasarana yang mesti dilengkapi.
"Solusinya lengkapi prasarana jembatan timbang, sediakan alat potong jika dia over dimension, sediakan gudang dan crane jika dia over dimension," jelasnya.
Ia mengaku kecewa dengan penegakan hukum atas ODOL. Bahkan tak jarang jalan yang berada di dekat jembatan timbang justru rusak karena kerap menjadi tempat pemberhentian truk ODOL
"Mobilnya parkir di jalan, keneknya yang ditimbang. Retribusi masuk ke negara. Uangnya tidak masuk ke kita, tapi jalan rusaknya jadi urusan kita," ujar Politisi PAN ini. ***