
PEKANBARU – Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan bahwa Pemerintah Kota serius menertibkan manusia silver dan gelandangan pengemis (gepeng) yang kian marak di jalanan. Tindakan ini menyusul insiden pencurian kabel yang diduga dilakukan oleh manusia silver dan dinilai meresahkan masyarakat.
“Ada arahan dari Pak Wali, bukan hanya manusia silver saja, termasuk gepeng dan lainnya, sudah diminta untuk ditertibkan. Dinas Sosial sudah melakukan operasi Jumat lalu, untuk menata kota agar lebih baik,” ujar Markarius, usai diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (9/5/2025).
Ia menjelaskan, penanganan terhadap manusia silver tidak sekadar ditertibkan, namun juga diarahkan pada proses pembinaan. “Dinas Sosial kita tugaskan untuk melakukan pembinaan. Mereka tidak boleh berkeliaran lagi di jalan karena ini meresahkan,” katanya.
Markarius menyebutkan bahwa sebagian dari manusia silver tersebut telah ditangani oleh Dinas Sosial. Mereka ditawari pelatihan, ada yang dikembalikan ke kampung halamannya, dan ada pula yang masih bisa dibina.
Terkait maraknya fenomena ini, ia menduga ada pihak yang sengaja mengorganisir keberadaan mereka untuk mendapatkan keuntungan. “Saya juga kurang tahu pasti kenapa banyak manusia silver dan gepeng di sini. Tapi dari informasi yang kami dengar, ada juga yang mengorganisir mereka,” ungkapnya.
Pemko Pekanbaru pun mendukung penuh langkah Polresta Pekanbaru yang turut melakukan penertiban terhadap para manusia silver. “Sejalan lah dengan yang kami maksudkan. Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih ke Kapolresta karena sudah bantu kita,” tambahnya.
Wakil Wali Kota juga menyoroti praktik eksploitasi anak-anak yang dilibatkan dalam aktivitas jalanan. “Kasihan juga, banyak anak kecil yang dieksploitasi. Dengan adanya operasi ini, mudah-mudahan bisa menyelamatkan mereka,” jelasnya.
Dinas Sosial Pekanbaru saat ini telah mengoperasikan mobil keliling setiap hari untuk menjangkau anak-anak di jalan. “Kalau anak-anak, kita bawa dulu ke Dinas Sosial. Kita panggil orang tuanya, kalau ada. Kalau tidak ada, kita coba cari kontak keluarganya dan kembalikan ke kampungnya,” pungkas Markarius. ***