PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Bila tak ada aral melintang, rencananya pekan depan, konsultan asal Korea akan mengajukan proposal terkait manajemen kota Pangkalan Kerinci, sebagai ibu kota Kabupaten Pelalawan sekaligus kota metro. Namun, jebol atau tidaknya proposal yang diajukan pihak konsultan Korea tersebut sangat tergantung dengan dukungan pihak legislatif.
"Rencananya memang minggu depan, pihak konsultan akan mengajukan proposal ke Dinas PU Pelalawan terkait pembenahan dan pengembangan kota Pangkalan Kerinci ke depan, tapi itu juga tergantung dari pihak legislatif," terang Bupati Pelalawan HM Harris saat menggelar jumpa jumpa awak media di Media Center Kantor Bupati Pelalawan, Jum'at (26/4/2013).
Harris mengatakan bahwa dalam hal ini tentunya pihak DPRD Pelalawan sangat menentukan juga. Sebagus apapun proposal terkait pembenahan dan pengembangan ibu kota kabupaten ini, jika legislator tidak memihak tentu rencana tersebut tak jadi. Apalagi, jika manajemen tata ruang kota ini kita pakai sesuai site plane pihak Korea tentu akan ada ganti rugi lahan milik masyarakat dan lainnya.
"Tentu hal ini kan harus di Perda kan dan mendapat dukungan dewan," tandasnya.
Sementara itu sebut mantan Ketua DPRD Pelalawan dua periode ini, pemuka dan tokoh masyarakat, RT/RW dan ketua lingkungan telah menyatakan dukungan terkait pengembangan kota Pangkalan Kerinci.
"Rencana ini memang sudah kita sampaikan ke masyarakat melalui RT/RW, lingkungan dan tokoh masyarakat lainnya. Mereka mengatakan dukungan. Tentu dukungan masyarakat belum bisa menjadi final jika anggota DPRD tidak menyetujuinya. Ya harapan kita terlepas apapun kepentingan, karena program ini untuk kebaikan bersama ya tentu pula harus didukunglah," katanya.
Beberapa kesempatan sebelumnya, Bupati Pelalawan menyampaikan bahwa untuk memberikan corak Pangkalan Kerinci yang bebas banjir misalnya, pihak konsultan Korea menawarkan pembuatan sejumlah kanal yang langsung bermuara ke Sungai Kampar. Namun pembuatan saluran ini tentunya akan melewati lahan, bahkan rumah masyarakat yang nantinya akan diganti rugi jika proyek tersebut persis melewati permukiman masyarakat.
"Nantinya, di kiri kanan saluran akan dibangun jalan dan tidak boleh dibangun permukiman. Selain itu juga, beberapa lokasi akan dibangun menjadi taman hijau dan taman kota sehingga wajah Pangkalan Kerinci perlahan, namun pasti menjadi kota metro," tutupnya. (ilm)