
PEKANBARU, GORIAU.COM - Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit meminta, ke depan, tidak satu pun unsur-unsur kewilayahan khusus Riau yang tidak terinventarisir. Seluruhnya harus memiliki data otentik yang baku mulai penamaan pulau-pulau, wilayah administrasi sampai unsur alami buatan manusia.
''Program pemerintah dibidang pembakuan Nama Rupabumi termasuk salah satu kebijakan strategis karena hasilnya begitu kongkrit terjaminnya integritas bangsa,'' ujar Mambang Mit saat membuka Rakor Teknis Fasitas Percepatan Pembakuan Nama RupaBumi unsur Alami Provinsi Riau tahun 2013 ,yang diikuti seluruh Kabag Pemerintahan dan Camat dari 12 kabupaten kota di Riau, Jumat (22/3/2013) di Pekanbaru.
Melalui kegiatan itu lanjut HR Mambang Mit, tidak satu pun unsur-unsur kewilayahan negara kita yang tidak terinventarisir serta memiliki data otentik yang baku mulai penamaan pulau-pulau, wilayah adminstrasi,sampai unsur alami buatan manusia yang berada dalam wilayah provinsi Riau dan wilayah NKRI.
Wagubri HR Mambang Mit lebih jauh mengatakan, dalam rangka mendorong dan mempercepat pelaksanaanya perlu upaya-upaya koordinasi yang intens guna terbentuknya persamaan persepsi dan pendalaman pemahaman aparatur tentang teknis pelaksanaanya serta mengidentifikasi masalah-masalah yang di hadapi di lapangan maka melalui rapat koordinasi ini hal-hal tersebut akan fokus menjadi bahasan bersama.
Oleh karenanya, diharapkan, seluruh peserta rakor segera menyatukan langkah dan bersinergi untuk mensukseskan kegiatan ini sehingga dalam tahun 2012-2014 program ini berjalan dengan baik dan di harapkan agar tidak ada lagi kabupaten kota yang masih memandang program ini tidak atau belum prioritas.
"Saya minta perhatian yang sungguh mengikuti secara aktif dan serius sehingga dapat tercapai apa yang jadi harapan kita bersama," tutur HR Mambang Mit.
Ditambahkanya, pentingnya arti kegiatan karena suatu kegiatan ada konsekwensi biaya dan waktu sehingga harus ada output nya juga dari kegiatan tersebut.
"Harus jadi perhatian kita bagaimana memenej dan memanfaatkan segala yang akan untuk memberikan output dan dampak dari kegiatan yang memperluas dalam pencapaian sasaran dan tujuan dan ada feedbacknya untuk masyarakat banyak," Terang HR mambang Mit.
"Semua ini berdampak kalau tidak dibakukan nanti beruba-rubah sehingga timbul ketidak jelasan dilapangan mengenai perbatasan jadi penting kaitannya dengan pengembangan wilkayah," kata HR Mambang Mit mengakhiri pengarahannya.
Tampil sebagai nara sumber kegiatan yang di taja Biro pemerintahan Setdaprov Riau itu Kepala Badan Informasi Geospasial, Dra.Ir. Ida Herliningsih dan Kepala Pengembangan Perlindungan Badan pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendagri Drs. Abdul Gafar Ruskhan, M.Hum. (rls)