PEKANBARU - Sejumlah makanan tidak aman dikonsumsi masih ditemukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makan (BBPOM) Pekanbaru sepanjang tahun 2017 ini. Untuk itu, masyarakat di Provinsi Riau, khususnya Pekanbaru pun diimbau untuk membiasakan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan.

Kepala BBPOM Pekanbaru, M Kashuri mengakui, pihaknya masih menemukan sekitar 19 persen makanan tidak aman beredar di pasaran tahun ini. Kendati demikian, kondisi ini terdapat penurunan dibanding tahun lalu sekitar 21 persen.

"Banyak penyebab kenapa pangan menjadi tidak aman dikonsumsi, diantaranya disebabkan karena pelaku usaha maupun kita sendiri kurang memperhatikan terhadap higienis dan sanitasi," kata Kashuri kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (30/11/2017).

Selain itu, sambung Kashuri, penyebab lainnya dikarenakan bahan tambahan pangan melebihi batasan dan penyalahgunaan bahan makanan maupun obat. Kemudian, pencemaran lingkungan akibat limbah industri.

"Pengawasan saja tidak akan cukup, oleh karena itu kita mengembangkan sistem pengawasan yang berbasis publik melalui program Germas Sapa (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman). Kegiatan ini akan dicanangkan hari ini dan akan terus berlanjut dan berkesinambungan," ujarnya dalam acara penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dengan BBPOM Pekanbaru.

Di tempat yang sama, Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi berharap semoga MoU Germas Sapa ini dapat diterapkan di Kota Madani. Di mana, masyarakat madani itu merupakan masyarakat yang religius, sejahtera dan tentu saja sehat.

"Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan sehat hanya mungkin jika diawali dengan pribadi yang sehat. Masyarakat Pekanbaru harus sadar pangan sehat itu," ungkapnya.

Ia juga menyarankan agar seluruh masyarakat dapat memilih dan memilah makanan yang benar-benar sehat dan aman untuk dikonsumsi. Karena dengan memakan makanan yang sehat tubuh akan menjadi bugar.

"Jika tubuh sehat kita akan menjadi bugar dan jika sudah bugar kita akan menjadi produktif," pungkasnya. ***