
DURI - Pasca pengobatan tiga ekor gajah liar di kantong Balairaja Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, pertengahan Februari 2016 lalu oleh tim medis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, pergerakan gajah yang sakit itu terus dipantau para mahot (pawang,red) dari Siarang Rimbun, Pinggir.
Dari penuturan Irwansyah, salah seorang mahot, kawanan gajah yang terdiri dari 14 ekor disekitar Desa Tengganau Kecamatan Pinggir hanya ada dua ekor gajah dari tiga ekor gajah sakit yang diobati beberapa waktu lalu. Gajah tersebut, satunya induk dan satu lagi anak gajah.
"Kalau yang induk sama anak gajah itu, terpantau ikut dengan rombongan. Sedangkan gajah jantan remaja tidak terlihat bersama rombongan yang di Desa Tengganau, Pinggir,"kata Irwansyah saat dikonfirmasi Goriau.com, perihal perkembangan gajah liar yang diobati.
Irwansyah juga menjelaskan, untuk gajah jantan remaja yang mengalami luka pada kaki kiri depan, kondisinya kini sudah mulai membaik. Obat cacing yang diberikan pada kakinya yang luka akibat jeratan itu sudah mulai kering.
"Namun, karena lukanya itu, gajah jantan remaja ini sepertinya lebih memilih sendiri dari pada ikut dengan rombongan. Dia sama sekali tidak tertarik ikut dengan rombongan yang 14 ekor, maupun dengan rombongan yang berjumlah 26 ekor disekitar Hutan Talang Duri,"tutup Irwan.***