
PEKANBARU, GORIAU.COM - Data luas kebun K2i, Pemprov Riau terus berubah-ubah, setelah sebelumnya diekspos luas kebun K2i yang sudah tertanam diatas 2.000 hektar, namun data terakhir yang dimiliki Dinas Perkebunan K2i hanya 1.116 hektar. Entah sampai kapan luas kebun K2i akan stabil, yang jelas Disbun juga tidak akan melakukan penambahan anggaran untuk perawatan kebun tersebut.
''Kamis tidak lagi menganggarkan perawatan di APBD 2013. Saat ini program tersebut, dari hasil evaluasi lapangan, didapatkan luas lahan tertanam ada berkisar 1.116 hektar dari 10.200 hektar yang direncanakan,'' ujar Kepala Disbun Riau Zulher kepada wartawan, Selasa (27/11/2012) di ruang kerjanya. Ia mengatakan, program Kebun Sawit K2i ini sebenarnya bertujuan mulia, sebab dengan ada program ini tentu dapat membantu perekonomian masyarakat. Namun diakui, ada masalah dipelaksanaan. "Kebun Sawit K2i yang digalakkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Disbun Riau dimulai sejak tahun 2006 silam, dikerjakanya PT Gerbang Eka Palma (GEP) yang habis kontrak akhir tahun 2010 lalu. Sebenarnya ini program mulia. Karena bertujuan membantu masyarakat miskin di kabupaten/kota," katanya.Karena program ini tidak membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan, maka ditahun 2013, Disbun Riau tidak lagi mengajukan anggaran,'' kata Zulher.Mantan Sekdakab Kampar ini menambahkan, ditahun 2012 pihak Disbun Riau memang ada menganggarkan untuk dana perawatan tanaman tersebut. Namun setelah Disbun Riau melakukan pengecekan ke lapangan, ternyata dari data yang didapatkan itu tidak sesuai dengan data disampaikan oleh pihak pelaksana PT GEP."Karena laporan dari PT GEP itu telah menyelesaikan pengerjaan seluasan 2.100 hektar, tapi setelah tim mengecek kelapangan ternyata hanya ada seluas 1.116 hektar. Maka, dana yang pernah diajukan dan direstui DPRD Riau tersebut telah dikembalikan ke Kas Negara, karena tidak mau terjebak," ujarnya.Dijelaskannya, hal yang sama ditahun 2013 juga dilakukan Disbun Riau dengan tidak mengajukan di APBD, kendati diakui dana tersebut sangat dibutuhkan oleh Disbun Riau untuk perawatan tanaman yang sudah tertanam. Karena sebut Zulher, pihaknya tidak mau gegabah menggunakan dana APBD untuk perawatan.Disinggung akan kondisi tanaman sawit saat ini, Zulher mengatakan, kalau untuk kondisi tanaman tersebut sudah tumbuh sesuai dengan besaran umur penanaman. Tapi, produksi dari tanaman untuk saat ini tidak bisa melakukan pemanenan, karena tidak terawat."Kendati itu program Disbun Riau, tetapi untuk pemanen sawit dari kebun tidak ada dilakukan. Karena seperti disampaikan tadi, kebun sawit itu tidak terawat dengan baik, apalagi dilakukan pemupukkan," katanya sembari menegaskan, hasil dari kebun itu bisa saja dipanen masyarakat disekitaran perkebunan."Hingga kini tim yang dibentuk Disbun Riau masih melakukan 'general chek up' terhadap permasalahan Kebun Sawit K2i ini. Misalnya itu masalah keuangan yang dipergunakan, administrasi pendataan luasan lahan kebun," kata Zulher sembari menegaskan, mudahan-mudahan hasilnya diketahui akhir Desember 2012.(rdi)