
PEKANBARU, GORIAU.COM - Berkat naiknya permintaan terhadap Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit di pasaran dunia, khususnya di India, harga tandan buah segar (TBS) kembali naik setelah sebelumnya mengalami penurunan. Berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga TBS, harga untuk umur 10 tahun keatas dinilai Rp26,31 per kilogram.
''Saat ini dipasaran dunia, khususnya di India, permintaan terhadap CPO dalam mengalami peningkatan. Ini didukung penjualan CPO yang meningkat pula oleh beberapa perusahaan perkebunan, maka, harga TBS sawit untuk kondisi saat ini di Provinsi Riau naik sebesar Rp26,31 perkilo," katanya Ferry Hc selaku Ketua Tim Penetapan Pembelian Harga TBS sawit kepada wartawan, Selasa (27/11) usai memimpin rapat yang dihadiri perwakilan perusahaan perkebunan dan perwakilan Aspekpir. Katanya, memang dalam beberapa priode terjadi penurunan harga, tapi untuk priode ini mulai naik. "Sesuai hasil rapat tim. Saat ini sudah ditetapkan untuk priode 28 November - 04 Desember 2012, untuk harga TBS sawit petani plasma di Provinsi Riau telah disepakati sebesar Rp1.274,85 perkilo. Atau terjadi kenaikan dari periode yang sebelum itu sebesar Rp26,31 perkilo untuk usia 10 tahun," katanya.Ferry yang juga Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Disbun Riau inipun mengatakan, terjadinya kenaikan harga TBS sawit ini disebabkan dua faktor. Yakni faktor internal dan faktor eksternal. Kalau hal faktor internal data dihimpun sejumlah perusahaan perkebunan sawit.Dimana saat ini sambungnya, faktor internal itu seperti halnya naiknya harga CPO dan Kernel di sejumlah perusahaan perkebunan. Yakni PT Asian Agri terjadi kenaikan harga CPO sebesar Rp31,82 perkilo, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp89,32 perkilo, dan PT Sinar Mas naiknya sebesar Rp63,21 perkilo."Begitu juga harga Kernel di PT Asian Agri naik sebesar Rp5,74 perkilo, PTPN V naik sebesar Rp50,78 perkilonya, kemudian PT Sinar Mas mengalami kenaikan sebesar Rp61,00 perkilo," kata Ferry sembari menegaskan, data-data sejumlah perusahaan yang menjadi mitra petani plasma itu diolah oleh tim.Sedangkan faktor eksternalnya itu kata Ferry, terjadinya permintaan terhadap CPO yang meningkat seperti halnya di negara India. Karena selama ini sebutnya terjadi pembatasan pembelian CPO oleh negara yang membeli dengan alasan masih ada stok. Tapi, sekarang ini negara-negara tersebut membutuhkanya."Harga dari CPO inikan bersaing dengan produksi minyak dari tanaman kedelai. Tapi saat ini keberadaan minyak kedelai, karena musimnya sudah habis, makanya harga CPO dipasaran dunia kembali naik," kata Ferry sembari mengatakan, semua itu berarti terjadi fluktuasi harga CPO tergantung pasaran dunia.Dikesempatan itu Ferry menguraikan, dari hasil rapat tim penetapan harga TBS sawit yang dilakukan pada tanggal 27 November 2012. Maka tim sudah menyepakat harga TBS sawit priode 28 Noveber hingga 04 Desember 2012. Dimana harga untuk usia 3 tahun Rp911,91 perkilo. Usia 4 tahun Rp1.019,36 perkilo.Sedangkan usia 5 tahun ditetapkan Rp1.091,23 perkilo. Usia 6 tahun Rp1.122,39 perkilo. Usia 7 tahun Rp1.165,50 perkilo. Sedangkan untuk yang usia 8 tahunan Rp1.201,78 perkilo. Usia 9 tahun Rp1.239,78 perkilo. Sementara itu untuk sawit usia 10 tahunan keatas ditetapkan harga Rp1.274,85 perkilo. (rdi)