
DURI - Setelah dua tahun berjalan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Karya Bina Bangsa yang beralamatkan di Jalan Simpang Lima, Desa Petani Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, miliki gedung sekolah sendiri.
Gedung baru ini diresmikan oleh Plt. Camat Mandau, Sapon didampingi Kapolsek Mandau, Kompol Taufiq Hidayat SH SIK, Anggota DPRD Bengkalis, Riyanto SH, Thamrin Mali, dan tokoh masyarakat Tionghoa Hartono, Senin (23/5/2016).
"Kepedulian pengurus yayasan untuk membuka PAUD di daerah Desa Petani ini patut kita berikan apresiasi. Apalagi untuk bisa masuk sekolah disini juga biayanya tidak terlalu besar dan sangat membantu para orang tua. Mengenai pembangunan tambahan gedung yang sudah ada saat ini, yayasan mungkin sudah tau prosesnya," kata Plt Camat Mandau, Sapon dalam kata sambutannya sebelum meresmikan gedung sekolah tersebut.
Melalui anggota DPRD, lanjut Sapon, yayasan juga bisa mengajukan permohonan bangunan sekolah ini. Namun sejauh ini, apa yang sudah dilakukan yayasan dengan swadaya masyarakat sangatlah bagus.
Acara peresmian gedung sekolah PAUD sekaligus pelepasan 23 muridnya tahun ajaran 2015-2016 ini membuat undangan terkagum-kagum. Pasalnya, pembangunan gedung sekolah PAUD tersebut bisa terealisasi dari swadaya masyarakat sekitar.
Kepala Sekolah PAUD Karya Bina Bangsa, Rismawati kepada GoRiau.com mengatakan berdirinya bangunan permanen PAUD ini tidak terlepas dari kerjasama masyarakat dan pemerintah setempat.
"Alhamdulillah, meski dengan SPP masih Rp30 ribu perbulannya, PAUD Karya Bina Bangsa bisa tetap berdiri sendiri. Sebelumnya kita sempat menumpang di gedung MDA selama 2 tahun dan sekarang sudah punya gedung sekolah sendiri meskipun hanya 2 ruangan," kata Rismawati.
Ditambahkan Rismawati, yayasan mendirikan PAUD ini adalah untuk membantu masyarakat disekitar Desa Petani yang ingin anaknya mendapat pendidikan di usia dini.
"Demikian juga dengan 6 orang tenaga pendidik disini, mereka honornya dibayarkan dari SPP anak-anak ini. Bahkan uang masuk PAUD Karya Bina Bangsa ini juga masih jauh lebih murah dari pada PAUD lainnya yang ada di Mandau, yaitu Rp600 ribu. Maka dari itu, kami masih sangat mengharapkan peranan pemerintah untuk membantu menambah pembangunan gedung PAUD kami ini. Karena kita masih kekurangan ruang belajar dan kantor majelis guru," tutup Rismawati.(*/rha)