PEKANBARU - Pria yang lolos dalam penyergapan oleh Mabes Polri dan Mapolresta Pekanbaru, Riau, di SMP Islam Plus Jannatul Firdaus, Senin (21/3/2016) petang kemarin, dikenal warga sebagai sosok yang dermawan. Ia kerap dipanggil Pak Haji.

Demikian penelusuran GoRiau.com dari beberapa keterangan warga yang bermukim disekitar sekolah. "Umurnya kira-kira paruh baya, sekitar 50 tahun, saya tak tahu persisnya. Kalau perawakannya biasa saja," ungkap salahseorang warga (nama disamarkan, red).

Selain dermawan, Pak Haji juga disebut laki-laki yang punya jiwa sosial tinggi dan suka membantu warga sekitar. "Kalau ngobrol jarang sekali sama dia, makanya tak begitu kenal. Tapi lumayan sering bercengkrama," sambung sumber GoRiau.com, Selasa (22/3/2016) siang.

Saat penggerebekan petang kemarin, ia sempat melihat Pak Haji berlari keluar dari belakang bangunan SMP yang megah itu. Lantaran tak merasa curiga, beberapa orang di sana tidak begitu meresponnya. Barulah setelah ada suara tembakan, warga sekitar ramai ke luar.

Sementara itu, pantauan di SMP terlihat beberapa mobil memadati parkiran area sekolah. Tidak terlihat ada petugas kepolisian di sana seperti saat penggerebekan kemarin. "Memang rata-rata muridnya orang kaya, karena sekolahnya mewah," bebernya.

Menurut polisi, target penangkapan tersebut adalah salahseroang pembina yayasan Raudatul Jannah, SMP Islam Plus Jannatul Firdaus, berinisial An. Ia berhasil lolos dan kabur menuju Sungai Pengambang, tak jauh dari sekolah.

Infonya, An jadi target buruan polisi, hasil pengembangan dari pengungkapan 46 kilogram sabu-sabu dan 200 ribu butir pil ekstasi yang disita Direktorat Divisi Satnarkoba Mabes Polri disalah satu rumah kontrakan bertempat di Kota Cirebon, Jumat (18/3/2016) lalu. ***