PEKANBARU - Potensi kawasan hutan yang membentang luas di Riau berhasil menarik perhatian dunia internasional. Duta Besar Swedia Untuk Indonesia, Daniel Blockert turun langsung ke Pekanbaru untuk menawarkan kemitraan strategis bernilai tinggi bertajuk Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP), Selasa (2/6/2026).

Pertemuan kenegaraan ini berlangsung di Ruang Kerja Wakil Gubernur Riau. Asisten III Setda Riau, M Job Kurniawan memimpin langsung jalannya diskusi didampingi Kepala Bappeda Riau, Purnama Irawansyah dan Kepala Biro Tata Pemerintahan, Jhon Armedi Pinem.

Pemilihan Riau sebagai target kemitraan ternyata bukan tanpa alasan. Pemerintah Swedia mendapat arahan langsung dari pemerintah pusat untuk menggarap potensi di bumi Lancang Kuning.

"Tujuan delegasi kami datang ke Pemprov Riau, tentu ingin menggali tentang bagaimana kita bekerjasama. Yang sebelumnya kami sudah bersilaturahmi dengan Menteri Kehutanan, dan disarankan untuk bertandang ke Riau, karena Riau berpotensi besar di bidang kehutanan," ungkap Duta Besar Swedia Untuk Indonesia, Daniel Blockert.

Empat Pilar Tawaran Swedia

Sebagai negara pelopor dan pemimpin global dalam pembangunan berkelanjutan, Swedia tidak hanya datang membawa wacana. Daniel Blockert merinci empat pilar utama yang disiapkan untuk mendukung tata kelola kehutanan dan lingkungan di Riau:

  • Dukungan Teknologi: Penerapan inovasi modern untuk menjaga dan mengelola hasil hutan.
  • Suntikan Keuangan: Akses pendanaan strategis baik dalam bentuk pinjaman lunak maupun dana hibah.
  • Pertukaran Pengetahuan: Pelibatan sumber daya akademisi dan riset untuk mencetak SDM unggul.
  • Advokasi Berkelanjutan: Pendampingan kebijakan yang mendukung keseimbangan sosial dan lingkungan.

Tawaran kerja sama lintas sektor ini diharapkan segera mendapat respons resmi dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Hasil rumusan diskusi tersebut akan segera diserahkan ke meja pimpinan daerah untuk dieksekusi lebih lanjut. ***