JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini langkah penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan akan memperkuat likuiditas sistem keuangan nasional. Kebijakan ini diproyeksikan mampu mendongkrak pertumbuhan kredit perbankan hingga menyentuh angka di atas 20 persen.

Tren positif likuiditas tersebut mulai terlihat dari penyaluran kredit yang saat ini telah mencapai 13,8 persen. Angka ini mengalami peningkatan yang sejalan dengan membaiknya kondisi sistem keuangan di dalam negeri.

"SAL kalau ditahan terus ke depan, cukup menciptakan pertumbuhan kredit di atas 20 persen. Data terakhir kan kredit 13,8 persen, meningkat dibanding sebelumnya karena pengaruh likuiditas di sistem keuangan kita tadi," paparnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Rabu (2/9).

Perpanjangan Waktu Simpanan

Untuk memaksimalkan dampak tersebut, Kementerian Keuangan memutuskan untuk memperpanjang masa penempatan dana SAL di perbankan hingga Juli 2027. Durasi yang lebih panjang ini diharapkan memberikan ruang gerak yang lebih leluasa bagi perbankan dalam mengelola likuiditas mereka.

Dalam memantau kondisi keuangan, Purbaya menitikberatkan pada pergerakan uang primer atau base money (M0), bukan sekadar melihat rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK). Tercatat, base money pada Juli 2026 tumbuh sebesar 18,3 persen, dan diprediksi tetap stabil di kisaran 18 persen untuk Agustus.

Koordinasi Strategis dengan Bank Indonesia

Agar kebijakan ini berjalan maksimal, Purbaya memastikan koordinasi yang erat dengan Bank Indonesia (BI). Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan kondisi moneter yang ideal bagi perbankan maupun dunia usaha.

"Dengan koordinasi yang lebih baik antara keuangan dengan bank sentral, ruang bagi kita untuk menciptakan kondisi likuiditas yang bagus untuk perbankan terbuka lebar. Sektor swasta itu bisa tumbuh lebih baik dibanding tahun sebelumnya," urainya.

Prospek Pertumbuhan Ekonomi

Kondisi likuiditas yang melimpah membuat pemerintah semakin yakin target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6 persen dapat tercapai. Purbaya menegaskan pemerintah akan terus mengambil peran aktif dalam mendorong perputaran roda ekonomi.

"Itu, kalau pemerintah malas saja bisa tumbuh 6 persen ekonominya. Kan sekarang pemerintah rajin, jadi akan signifikan di atas 6 persen," tuturnya.

Terkait potensi penarikan dana secara tiba-tiba, ia menjamin hal tersebut akan melalui prosedur ketat dan koordinasi bersama BI. Penarikan hanya dilakukan jika ada persetujuan DPR serta kebutuhan mendesak terkait manajemen arus kas, sehingga peredaran base money tidak terganggu. ***