
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pembangunan lapangan tembak PON XVIII Riau di Rumbai sampai saat ini terus digesa. Puluhan tukang dari pagi hingga tengah malam terus menggesa penyelesaian venue yang telah menjadikan 13 orang jadi tersangka kasus suap Perda No 6 tahun 2010 tersebut.
Kondisi lapangan tembak, Jumat (31/8/2012) masih memprihatinkan. Pekaranganya belum tertata rapi, dan siang tadi para tukang masih melakukan pengecoran trotoar di pintu masuk. Sedangkan sebagian pekerja juga sibuk membuat hiasan di lobby dengan menggunakan kain penutup karena dindingnya belum sempat dicat.
Dan yang memprihatinkan pekerjaan terbesar masih banyak yang belum tuntas di kelas menembak 25 meter, dimana di area tertutup tersebut, terlihat para pekerja sibuk menyelesaikan pekerjaan instansi dan pembenahan beberapa sisi yang terkesan terlalu dipaksakan.
Dan siang kemarin, anggota DPRD Riau dari Komisi D juga melakukan kunjungan. Meski sebagian merasa prihatin dengan kondisi yang ada, namun mereka hanya bisa terdiam melihat banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan. Apalagi fasilitas mewah ini juga tidak sempat diujicoba sebelum pertandingan yang sebenarnya.
''Mudah-mudahan venue menembak ini bisa selesai tepat waktu. Kita minta kontraktor bisa bekerja maksimal, dan yang tak kalah penting selain bangunan juga sarana pendukung seperti toilet, ruang istirahat, arena pertandingan dan lain-lain yang bisa menganggu suksesnya PON,'' ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Riau Ruslan Jaya. ***