PEKANBARU - Bupati Siak, Afni Zulkifli resmi melantik Robi Junipa sebagai Direktur PT Bumi Siak Pusako periode 2026-2031. Pengambilan sumpah jabatan ini berlangsung di Pekanbaru, Selasa (7/7/2026). Usai prosesi tersebut, kepala daerah langsung memberikan instruksi tegas untuk menuntaskan tiga agenda prioritas demi membenahi perusahaan.

Pelantikan kali ini mengusung tema Satu Arah, Satu Komitmen, Satu Hasil, Memanjang Tapak, Mengangkat Marwah. Menurut bupati, jabatan direktur bukanlah sekadar posisi struktural semata, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga eksistensi aset strategis milik daerah.

"Jabatan ini bukan sekadar posisi. BSP adalah marwah anak negeri, warisan para pemimpin terdahulu yang harus kita jaga bersama," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari proses seleksi, melainkan awal kerja keras untuk mengembalikan performa bisnis secara optimal.

"Hari ini Saudara telah dilantik, maka detik berikutnya adalah saatnya bekerja keras. Ada amanah besar yang harus ditunaikan agar BSP menjadi perusahaan yang lebih baik," paparnya.

Tiga tugas utama yang langsung menanti manajemen baru meliputi pembenahan tata kelola agar lebih profesional dan akuntabel. Selanjutnya, penyelesaian kewajiban Komitmen Kerja Pasti (KKP) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta SKK Migas.

"Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh kementerian dan yakinkan bahwa BSP mampu melaksanakannya," urainya.

Agenda prioritas ketiga adalah percepatan pembangunan jaringan pipa migas. Infrastruktur ini sangat krusial untuk memangkas biaya operasional sekaligus mendongkrak kapasitas produksi secara signifikan.

"Jangan menunggu tahun depan. Kita ingin persoalan ini selesai tahun ini agar biaya produksi dapat ditekan dan produksi meningkat," harapnya.

Pemerintah daerah menyadari situasi industri minyak dan gas saat ini cukup menantang. Walaupun harga minyak mentah dunia sedang naik, beban biaya produksi, kebutuhan investasi, hingga persoalan sosial turut membayangi langkah operasional BSP ke depan.

Karena itu, dukungan penuh dari seluruh elemen internal sangat dibutuhkan agar nahkoda baru bisa membawa terobosan. Bupati Siak meminta seluruh karyawan meninggalkan perbedaan pandangan pasca pergantian pimpinan.

"Tidak ada lagi kubu-kubuan atau kotak-kotakan. Hari ini BSP memiliki nahkoda baru. Semua harus bersatu mendukung kepemimpinan yang baru," pungkasnya. ***