BAGANSIAPIAPI – Politisi muda Rokan Hilir, Muhammad Maliki resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk memantapkan langkah menghadapi Pemilu 2029. Keputusan berlabuh ke partai baru ini dinyatakan setelah dirinya memilih vakum selama dua tahun dari panggung politik pascakeluar dari Partai Nasdem, Selasa (7/7/2026).

Langkah politik tokoh muda asal Rokan Hilir yang dikenal sebagai mantan kader militan Nasdem Riau dan pernah bertarung sebagai Caleg DPR RI ini diambil lewat pertimbangan matang.

"Keputusan ini setelah melalui proses berpikir panjang, insya Allah setelah berpikir selama dua tahun keluar dari Nasdem 2024, lalu saya kini memantapkan hati di PSI," ujar Muhammad Maliki, Selasa (7/7/2026).

Menurut politisi dan pengusaha muda yang energik ini, keputusannya pindah ke PSI dipengaruhi oleh keberadaan para mentor politiknya terdahulu serta figur Joko Widodo. Tiga sosok mentornya saat di Nasdem kini diketahui telah berada di PSI, yaitu Rusdi Masse Mappasessu, Ahmad Ali, dan Sri Sajekti Sudjunadi.

Selain faktor kedekatan dengan para mentor, kehadiran Joko Widodo di lingkaran PSI menjadi magnet utama yang memantapkan keyakinannya untuk bersanding dengan partai besutan Kaesang Pangarep tersebut. Kehadiran figur tersebut dinilai memberikan pembeda yang besar bagi dinamika internal dan elektabilitas partai.

"Ayah saya fans fanatik Jokowi, di partai ini kita dihargai, diterima baik. PSI dulu sama PSI sekarang beda karena ada Jokowi, kami yakin PSI jadi partai empat besar di parlemen," tegas Muhammad Maliki.

Bergabungnya mantan kader militan ini kian menambah panjang daftar tokoh politik luar yang memutuskan hijrah ke PSI di Provinsi Riau menjelang Pemilu 2029. Langkah serupa sebelumnya telah diambil oleh Ketua DPW PSI Riau, Kelmi Amri yang memilih bergabung setelah meninggalkan Partai Demokrat. Tren perpindahan ini dilaporkan terus diikuti oleh banyak politisi daerah lain di Riau yang mulai merapat ke PSI. ***