PEKANBARU – Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Siak–Pelalawan, Muhtarom, meminta pemerintah daerah segera melakukan pengecekan ulang terhadap struktur bangunan wisata Tangsi Belanda di Kabupaten Siak. Permintaan tersebut menyusul ambruknya lantai bangunan bersejarah itu pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Muhtarom menilai insiden tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya pemerintah daerah dan dinas terkait. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek bangunan, terutama yang menggunakan material kayu, agar benar-benar sesuai dengan standar teknis dan keselamatan.

“Dinas terkait seharusnya mengontrol penuh proses pembangunan, termasuk memastikan penggunaan material kayu yang kuat dan berkualitas. Dengan pengawasan yang baik, kecelakaan yang melibatkan siswa dan guru saat kejadian seharusnya bisa dicegah,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kejadian serupa berpotensi menimbulkan korban yang lebih serius, terutama jika menimpa pengunjung dewasa.

“Saya mendesak agar tidak hanya bangunan yang runtuh yang diperiksa, tetapi juga seluruh struktur kayu di kawasan wisata tersebut harus dicek secara menyeluruh,” tegasnya.

Selain Tangsi Belanda, anggota Komisi IV DPRD Riau ini juga meminta Pemerintah Kabupaten Siak untuk melakukan evaluasi terhadap bangunan bersejarah dan ikon wisata lainnya di daerah tersebut.

Menurutnya, objek wisata seperti Istana Siak dan Balai Kerapatan perlu dipastikan kelayakan dan keamanannya demi keselamatan pengunjung.

“Bangunan-bangunan bersejarah ini menjadi aset daerah dan tujuan wisata. Jangan sampai kelalaian dalam perawatan dan pengawasan justru membahayakan masyarakat,” tutup Muhtarom. ***