
SELATPANJANG - Ancaman abrasi di pulau terluar Indonesia yaitu di Kepulauan Meranti, Riau, semakin hari semakin menyeramkan. Tak sedikit rumah-rumah warga terpaksa dipindahkan akibat tebing runtuh atau abrasi.
Seperti di Desa Mekong Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti. Rumah-rumah warga desa yang terletak di depan Selat Melaka itu saat ini sedang diambang kehancuran atau akan tercebur ke laut dalam waktu dekat.
Rumah Mak Nah misalnya. Salah seorang janda tua yang tinggal di pinggir laut Desa Mekong. Pantauan GoRiau, jarak tebing dengan bagian samping rumahnya hanya sekitar 2 meter saja lagi. Karena sudah takut tebing terus saja ambruk, wanita tua itu menutup akses jalan di samping rumahnya tersebut.
Mak Nah tidak sendiri, masih ada beberapa warga lain yang mengalami nasib serupa.
Padahal, ada turap penahan ombak dibangun. Namun, turap-turap ini tidak memberikan manfaat yang maksimal. Air laut tetap saja masuk dan menghantam tebing melalui gorong-gorong turap.
Menanggapi hal ini, Kepala Desa Mekong A Rahman mengaku sudah menyampaikan keluhan akan ancaman abrasi ke Pemda Meranti. Hal itu pula menjadi prioritas pembangunan di Desa Mekong dan telah disampaikan dalam Musrenbang tingkat kecamatan di Tebingtinggi Barat beberapa waktu lalu.
Keluhan serupa juga disampaikan A Rahman saat menghadiri Reses anggota DPRD Kepulauan Meranti Azni Safri dan Nursyahruddin di Desa Mekong, Rabu (7/4/2016) malam. "Katanya perbaikan turap itu menjadi prioritas Pemda. Tapi, menjelang itu diperbaiki, saya akan gelar gotong royong di titik-titik abrasi dekat rumah warga," ujar A Rahman kepada GoRiau.
Sementara Azni Safri dan Nursyahruddin mengaku akan memperjuangkan masalah perbaikan turap di Desa Mekong. Hanya saja, mereka harus meminta di tingkat provinsi maupun pusat. Sebab, APBD Kepulauan Meranti diyakini tidak akan kuat untuk memperbaiki turap tersebut.
Sekedar informasi, turap penahan ombak itu sebenarnya sudah dibangun sejak zaman Bengkalis. Namun, hingga saat ini turap tersebut tidak lagi berfungsi maksimal. Di beberapa titik malah sudah ada yang ambruk. Akibatnya, air laut leluasa masuk dan menerjang tebing-tebing yang menyebabkan abrasi hebat di Desa Mekong (Pulau Tebingtinggi). ***