PEKANBARU – Jumlah kuota haji reguler tahun 2026 untuk 34 provinsi di Indonesia sudah dirilis Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Provinsi Riau hanya mendapat kuota 4.682 jamaah, turun dibanding kuota haji reguler tahun 2025 lalu yang tercatat sebanyak 5.047 jamaah.

Menurut Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Defizon, penurunan jumlah kuota haji reguler Provinsi Riau tahun 2026 itu dampak kebijakan nasional yang mulai musim haji 2026 mendatang sudah menyamakan masa tunggu keberangkatan haji untuk semua provinsi.

"Bukan dikurangi ya, kita dapat kuota sebanyak itu karena ada penyesuaian secara nasional sehingga ada beberapa daerah yang turun kuotanya dari tahun lalu. Penyesuaian ini agar ada keadilan bagi seluruh calon jamaah haji kita," kata Defizon kepada GoRiau.com, Rabu (29/10/2025) pagi.

Menurut Defizon, Kementerian Haji dan Umrah akan menyamakan masa tunggu keberangkatan haji secara nasional, yakni menjadi 26 tahun. Dengan adanya kebijakan ini, daerah yang punya masa tunggu keberangkatan hajinya lebih singkat akan terpengaruh, termasuk Provinsi Riau.

"Kan ada daerah yang masa tunggunya terlalu lama, ada juga yang lebih pendek. Maka untuk keadilan, seluruh provinsi disamakan masa tunggunya. Meski kuota kita turun, harapan kita dengan kebijakan baru ini sistem penyelenggaraan haji kedepannya semakin adil dan transparan. Daerah juga bisa evaluasi untuk memperkuat layanan dan kesiapan jamaahnya," kata Defizon.

Total kuota jamaah haji Indonesia pada musim haji tahun 2026 mendatang sebanyak 221.000 jamaah. Dari total tersebut, jatah untuk haji reguler sebanyak 203.320 jamaah, dan haji khusus mendapat kuota 17.680 jamaah.

Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi provinsi terbanyak mendapat kuota haji reguler tahun 2026, jumlahnya mencapai 42.409 jamaah. Disusul Jawa Tengah 34.122 jamaah, Jawa Barat 29.643 jamaah, Sulawesi Selatan 9.670 jamaah dan Provinsi Banten mendapat kuota 9.124 jamaah.

Lima provinsi yang paling sedikit mendapatkan kuota haji reguler 2026 adalah Sulawesi Utara (402 jamaah), Papua Barat (447), Kalimantan Utara (489), Nusa Tenggara Timur (516), dan Maluku 587 jamaah haji.

Kuota jamaah haji reguler per provinsi untuk tahun 2026 selengkapnya sebagai berikut:

1. Aceh – 5.426

2. Sumatera Utara – 5.913

3. Sumatera Barat – 3.928

4. Riau – 4.682

5. Jambi – 3.576

6. Sumatera Selatan – 5.354

7. Bengkulu – 1.357

8. Lampung – 5.827

9. DKI Jakarta – 7.819

10. Jawa Barat – 29.643

11. Jawa Tengah – 34.122

12. DI Yogyakarta – 3.748

13. Jawa Timur – 42.409

14. Bali – 1.698

15. Nusa Tenggara Barat – 5.798

16. Nusa Tenggara Timur – 516

17. Kalimantan Barat – 1.858

18. Kalimantan Tengah – 1.559

19. Kalimantan Selatan – 5.187

20. Kalimantan Timur – 3.189

21. Sulawesi Utara – 402

22. Sulawesi Tengah – 1.753

23. Sulawesi Selatan – 9.670

24. Sulawesi Tenggara – 2.063

25. Maluku – 587

26. Papua – 933

27. Bangka Belitung – 1.077

28. Banten – 9.124

29. Gorontalo – 608

30. Maluku Utara – 785

31. Kepulauan Riau – 1.085

32. Sulawesi Barat – 1.450

33. Papua Barat – 447

34. Kalimantan Utara – 489. ***