TELUKKUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) akan mengambil langkah agresif berupa efisiensi belanja modal untuk menyelesaikan persoalan utang tunda bayar yang membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, Muklisin, mengungkapkan bahwa daerahnya menghadapi beban tunda bayar sekitar Rp202,7 miliar dari APBD 2025, yang merupakan kelanjutan dari persoalan serupa pada tahun anggaran 2024.

"Langkah yang harus kita ambil saat ini adalah efisiensi belanja modal. Kalau kita tidak memulai efisiensi, utang ini akan semakin membengkak," ujar Muklisin kepada GoRiau.com, Rabu (8/7/2026) di Gedung DPRD Kuansing.

Ia mengakui bahwa kebijakan pemangkasan anggaran ini kemungkinan besar tidak akan populer di mata publik maupun pemangku kepentingan dalam satu hingga dua tahun ke depan. Namun, langkah ini dinilai krusial demi menata kembali kesehatan fiskal daerah.

Sebagai bagian dari strategi pengetatan anggaran, Muklisin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menunda sebagian besar kegiatan yang belum berjalan, khususnya proyek-proyek yang belum masuk tahap lelang tender atau dinilai tidak masuk dalam skala prioritas.

"Sebagian besar (kegiatan) kita tunda. Kita tunda demi untuk membayar dan mengangsur utang-utang yang tunda bayar dari tahun 2024 dan 2025," jelasnya. Kendati demikian, ia memastikan proyek atau kegiatan yang sudah berjalan akan tetap dilanjutkan sesuai rencana.

Selain penundaan proyek fisik, efisiensi ini juga akan berdampak pada rencana pemekaran kelembagaan melalui penataan kembali Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Muklisin menyatakan pemerintah akan mengkaji ulang urgensi setiap lembaga guna memangkas anggaran yang dianggap tidak krusial.

"Kita nanti pertimbangkan mana yang tidak betul-betul krusial. Dengan kondisi seperti ini, daerah lain pun sudah melakukan perampingan," tambahnya.

Langkah pengetatan ini diambil berkaca dari keberhasilan kabupaten lain yang dinilai telah sukses menekan angka tunda bayar secara signifikan melalui kebijakan efisiensi yang konsisten. Pemkab Kuansing berharap, melalui skema pemotongan belanja modal ini, beban utang daerah dapat diangsur secara bertahap hingga struktur keuangan kembali stabil.***