
DUMAI - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karlahut) beberapa hari belakangan di Kota Dumai, Riau, semakin menjadi-jadi. Kabut asap tipis pun dapat terlihat secara kasat mata saat pagi, siang hingga sore hari. Bahkan, belum ada peringatan dini dari instansi yang berwenang, terkait kabut asap ini.
Informasi yang dihimpun GoRiau.com dari Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai, Rabu (24/8/2016) pukul 07.00 WIB, kualitas udara di Kota Dumai tidak sehat. Dimana indeks standar pencemaran udara (ISPU) dilevel 137 Psi.
Tentunya ini akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat di Kota Dumai. Dampak kabut asap ini, masyarakat sangat rentan terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Gejala awal ISPA, seperti batuk dan sakit pada tenggorokan.
"Saya pada saat bangun pagi tadi, asap sudah masuk ke dalam rumah. Sesak nafas juga kalo begini terus," ujar Oni warga Jalan Jaya Mukti, Kota Dumai kepada GoRiau.com.
Tidak hanya menyerang kesehatan, kabut asap pun mampu mengganggu perekonomian dan penerbangan komersial. Pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang di Bandara Pinang Kampai sempat 4 kilometer (km).
Saat pesawat jenis Fokker 70 mendarat di Bandara Pinang Kampai jarak pandang pilot sekitar 5 km, pada pukul 08.00 WIB, dijelaskan Kepala UPT Bandara Pinang Kampai, Catur Hargowo kepada GoRiau.com.
"Tadi pagi, jarak pandang sempat 4 km. Sekarang sudah berangsur normal kembali. Saat pesawat Fokker 70 tinggal landas, jarak pandang 10 km," ulas Catus. ***