PEKANBARU, GORIAU.COM - Setelah sempat berkurang dalam dua hari belakangan, asap pekat pada Senin (19/10/2015) kembali melanda sejumlah kota di Provinsi Riau. Kualitas udara pun menurun hingga level berbahaya. Tak itu saja, Bandara Sultan Syarif Kasim II juga terancam lumpuh lagi.

"Ampun asap pagi ini. Mata perih dan pengap. Kayaknya kita (warga) udah kayak ikan salai yang diasapi. Tolonglah pemerintah, masak begini terus setiap hari, tak ada perkembangan yang bagus. Lama-lama mati juga karena sesak nafas," ketus salahseorang warga bernama Usman, saat diminta tanggapannya terkait asap pagi ini.

Menurut data yang dihimpun GoRiau.com, asap pekat di Riau membuat kualitas udara menurun drastis. Di Panam, Kulim, Sukajadi, Rumbai, Siak, Minas dan Dumai, kualitas udara pada ambang berbahaya. Sedangkan lainnya berstatus tidak sehat, seperti di Petapahan, Bangko, Libo dan Duri.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru merilis, bahwa ada empat kawasan yang diselimuti asap pekat, diantaranya Pekanbaru dan Pelalawan, dengan jarak pandang 100 meter, Dumai jarak pandang 400 meter, dan terparah di Rengat, dengan jarak pandang 50 meter.

"Akibat dari terus munculnya titik panas. Pagi ini saja, satelit Terra dan Aqua mendeteksi ada 153 titik panas di Sumatera, dimana 141 titik didominasi oleh Sumatera Selatan, sisanya di Jambi dan Lampung sebanyak empat titik panas, Babel tiga titik dan Riau satu titik panas," sebut Kepala BMKG, Sugarin.

Akibatnya, aktivitas warga pun terganggu, begitu pula dengan penerbangan di bandara Sultan Syarif Kasim II. Manager Duty Bandara SSK II, Hasnan mengatakan, hingga sekarang, sudah dua penerbangan yang dibatalkan, lantaran jarak pandang hanya berkisar 100 meter.

"Hari ini Ada 78 penerbangan. 13 batal dari hari Minggu dan sudah ada dua penerbangan batal sampai sekarang ini. Kita terus monitor, mudah-mudahan siang nanti, jarak pandang bisa membaik sehingga ada pesawat yang take off dan landing," sebut Hasnan. (had)