
PEKANBARU – Anggota DPRD Provinsi Riau Muhtarom, menyoroti krisis ketersediaan ruang Intensive Care Unit (ICU) di sejumlah rumah sakit di Riau, baik rumah sakit umum daerah (RSUD) maupun swasta.
Ia mengungkapkan bahwa hampir setiap hari pasien yang membutuhkan perawatan intensif tidak dapat dirujuk karena ruang ICU dalam kondisi penuh.
“Hari ini saja, pasien yang mau dirujuk ke ruang ICU rata-rata penuh. Ini terjadi berulang, bukan cuma sekali lalu besok ada tempat. Kebanyakan ketika daerah mau merujuk, ICU penuh,” ujar Muhtarom, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut bukanlah kejadian insidental, melainkan sudah menjadi persoalan rutin yang terus berulang di berbagai rumah sakit di Riau.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, situasi ini menunjukkan adanya ketimpangan antara jumlah pasien dengan kondisi kritis dan kapasitas ruang ICU yang tersedia.
Ia mengingatkan bahwa keterbatasan fasilitas ICU dapat berdampak fatal bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera, karena tidak mendapatkan layanan medis yang seharusnya.
“Penuh itu apakah karena kapasitasnya memang terbatas, atau karena memang banyak pasien sakit? Pada kenyataannya, saya pikir masyarakat kita saat ini sangat membutuhkan ruang ICU, tapi ruang ICU yang ada sangat terbatas,” tegasnya.
Muhtarom menekankan bahwa persoalan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pengelola rumah sakit.
Ia pun meminta agar dilakukan perencanaan penambahan kapasitas ruang ICU, baik di RSUD maupun rumah sakit swasta, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan layanan kesehatan intensif di masyarakat.
“Kebutuhan ruang ICU saat ini, baik negeri maupun swasta, setiap hari penuh. Ini jadi perhatian kita bersama. DPRD meminta pemerintah dan rumah sakit umum untuk merencanakan penambahan ruang ICU. Jangan sampai masyarakat kita yang membutuhkan layanan intensif justru tidak tertolong karena keterbatasan fasilitas,” pungkasnya. ***